Perjalanan Kita

29 Januari 2012 § Tinggalkan komentar

Pada suatu hari Minggu ketika akhirnya aku dan kamu bisa bangun lebih pagi dan ikut berbaur di keramaian acara Car Free Day di Jalan Slamet Riyadi, Solo. Kamu yang mendadak menjadi fotografer dan aku yang menggenggam tanganmu ke mana-mana. Bersama kita menyantap bubur ayam. Kamu yang mengaduk buburmu makin ganas, ketika aku mulai makan buburku dari sisi terluar. Lalu, kita berdua yang terbengong-bengong melihat kereta yang melintasi pinggir Jalan Slamet Riyadi. Maklumlah, penduduk baru… masih norak. Beberapa saat kemudian, aku merengek-rengek padamu untuk naik kereta itu juga—Sepur Kluthuk Jalarada.

Akhirnya, kita duduk di salah satu bangkunya bersama serombongan keluarga besar dan anak-anak kecil mereka. Di tengah perjalanan, tiba-tiba kamu mencetuskan untuk melanjutkan perjalanan kita ke Yogyakarta.

“Kita naik kereta!” ucapmu antusias.

“Sekarang?”

Kamu mengangguk-angguk semangat, “Iya, sekarang. Kapan lagi?”

Selanjutnya aku membalas dengan pernyataan berbagai ‘tapi’—tapi belum mandi, tapi belum dandan, tapi gak bawa uang cukup, dan segala tapi lainnya yang membuat wajahmu sedikit masam.

“Udah deh, pokoknya kita jalan aja ke sana. Toh, kamu sama aku ini. Enggak sendirian.”

Aku mendenguskan napas panjang. “Terus mau ngapain kita di sana?”

“Ya, jalan aja,” katamu sambil menatapku sungguh-sungguh, “Ayo dong, Sayang. Ya, ya, ya?”

“Gak apa-apa aku dengan penampilan begini?”

Tawamu berderai, “Ya, siapa juga sih yang mau ngelirik kamu. Yang ada orang-orang liat aku yang ganteng ini.”

Ucapanmu itu membuatku langsung melayangkan satu cubitan ke bahumu. Saat aku akan menghadiahkan cubitan kedua, kamu menangkap tanganku. Kamu menurunkan tanganku, menyimpannya dalam genggamanmu. Sampai kita duduk di kereta yang akan membawa kita ke Yogya, KA Prameks, kamu masih belum melepaskan tanganmu dariku.

Menjelang siang, kita mencapai kota tersebut. Kata-kata pertama yang meluncur dari mulutmu seturunnya dari kereta adalah ‘aku lapar’. Kamu langsung mengajakku mencari gudeg dengan insting. Sebab kota ini sama-sama belum terlalu familiar dengan kita. Usai makan siang, kita berdua menjelajahi Malioboro dan terjebak hujan deras di sana.

“Kita cari hotel aja yuk. Nginep di sini malem ini. Besok pagi pulang,” usulmu sambil cengar-cengir.

Aku melotot.

“Iya, iya, kita pulang. Nanti kalau hujannya reda kita pulang ya….”

Hingga sore merangkak, langit masih berwarna kelabu dan aku sudah bosan menunggu. Akhirnya kita berdua menembus hujan gerimis menuju stasiun. Sepanjang perjalanan pulang, kita hanya sama-sama diam. Tanganmu terangkai dengan jari-jemariku. Aku menyandarkan kepalaku di lengamu. Kabel earphone menjuntai dari telingamu dan aku—menyanyikan satu lagu yang sama, Because We Are in Love dari The Carpenters.

Mataku menatap ke luar jendela kereta. Mengikuti aliran air yang seperti sungai di jendela. Mengamati langit abu-abu yang bersemu keemasan.

Aku mengeluarkan ponselku, mulai mengetik momen ini di situ.

Kereta, senja, dan gerimis. Perjalanan ini dan kita. Aku menanti perjalanan-perjalanan kita yang lain.

Kamu merebut ponsel itu dariku. Aku melihatmu tersenyum saat membaca tulisan di sana. Lalu jemarimu bergerak di atas layarnya. Ketika jemarimu berhenti, sejenak kamu melirik kemudian beralih lagi ke layar ponsel. Senyummu terkembang lebar sewaktu mengembalikan ponsel itu padaku. Kata-kata yang kutulis tadi bertambah oleh milikmu.

Terima kasih atas petualangan hari ini. Berjalanlah di sisiku, jangan lepas tanganku karena semua ini adalah perjalanan kita.

Tulisanmu membuatku tak berniat lagi melanjutkan catatan itu. Bersamamu, tak ada kata-kata yang lebih indah untuk menceritakannya. Aku dan kamu adalah perjalanan. Aku dan kamu adalah dongeng.

Because we are in love
We reach for our tomorrows
And know we won’t be lonely
In laughter and in sorrows
Where love abides
There is the place we’ll keep our love forever
You and I
Because we are in love

Kebun Raya Bogor, 29 Januari 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Perjalanan Kita at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: