Halo Tuan Arsitek (14)

5 Februari 2012 § 2 Komentar

Halo Tuan Arsitek,

Nanti, suatu hari akan ada momen ketika kita mendongengkan masa lalu. Menarik banyak kenangan dari kotak-kotak penyimpanannya. Membuka-buka lagi catatan-catatan usang dari sudut-sudut memori.

Lalu tersebutlah nama-nama yang pernah singgah. Mimpi-mimpi yang tetap tergantung di langit-langit angan. Pengalaman-pengalaman dalam berbagai warna dan rasa. Tawa, tangis, amarah, kekecewaan, cinta, dan kebencian—semua hal yang membentukku dan kamu sekarang.

Kamu yang aku miliki dan aku yang milikmu.

Aku memang tak pernah tinggal di masa lalumu.

Perjuangan meraih cita-citamu bersama meja gambar, berjenis-jenis alat gambar, dan bergulung-gulung kertas desain hanya bisa kunikmati lewat penuturanmu. Perjalananku menyusun kata-kata menjadi berlembar-lembar halaman dan akhirnya singgah di toko buku untuk pertama kali, pun cuma bisa kamu ikut dari kisahku.

Kamu memang tak pernah tinggal di masa laluku.

Beberapa masa lalu yang tersisa, mungkin masih terbawa sampai sekarang. Kenangan. Beberapa milikmu membuat rasa panas menjalar dalam hatiku. Tahu bahwa masa lalumu itu masih bergentayangan dan berada dalam jangkauanmu.

Aku memang terlalu mencintaimu, sampai-sampai cemburu pada masa lalu.

Padahal, masa lalu itu hanya hantu.

Bilangmu: Buat apa aku mencintai hantu, sementara kamu nyata di hadapanku. Bayangan tak bisa memelukku agar hangat, tapi kamu selalu bisa menghangatkanku lewat sentuhanmu.

Kadang-kadang aku ingin menyelami masa lalumu. Seakan-akan memilikimu sekarang dan seterusnya tak cukup. Aku ingin seluruh dirimu dan aku akan menyerahkan seluruh diriku.

Aku berkata padamu: Andaikan ada mesin waktu. Andaikan aku bisa bertemu Chronos untuk mengurai helaian waktunya. Aku ingin bertemu denganmu lebih cepat.

Balasmu: Kamu tidak bisa menuntut masa lalu. Biar saja itu lewat. Sekarang aku mencintaimu, besok, lusa, dan seterusnya. Sekarang kita bersama, nyata. 

Kamu meraih tanganku, menggenggamnya erat.

Di sini, kini, ada cinta. Ada kita.

Sampai jumpa di kesempatan yang tepat,
Nyonya Pengarangmu

Minggu yang cerah di Bogor, 5 Februari 2012

§ 2 Responses to Halo Tuan Arsitek (14)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Halo Tuan Arsitek (14) at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: