Dendam

8 September 2012 § 2 Komentar

Semua terjadi begitu cepat. Jangan salahkan waktu.

Aku pergi. Kamu berlalu. Kemudian, pelan dan perlahan cinta itu melesap lenyap.

“Cintaku hilang terbawa waktu dan jarak,” bilangmu lewat sebuah surat elektronik.

Apa yang bisa aku bilang kepadamu. Tak ada. Pada saat itu, aku diam dan terpekur. Apa yang salah di sini? Aku mencintaimu. Kamu pun memiliki hal yang sama.

“Yang abadi hanyalah perubahan, bukan cinta.” Kamu berujar di baris yang lain dalam surat elektronikmu.

Hatiku percaya, kamu adalah untukku. Aku pun teringat kamu yang pernah mengatakan jika hatimu adalah sebagaian dari diriku. Kita pernah berbagi cinta yang sama. Kita pernah bersama menjalani momen-momen indah. Kemudian segala tawa, semua tangis, cerita-cerita dari dasar hati, tidakkah mengingatkanmu betapa kita pernah saling tergila-gila.

Aku masih membisu menatap rangkaian aksara pada surat elektronikmu.

“Segalanya berubah, Michael. Aku berubah. Cinta kita pada jarak ini tak akan berujung. Lebih baik berhenti daripada kita saling menyakiti.”

Aku menghela napas panjang.

“Semua kenangan berarti. Segala memori hidup dalam hati, selamanya. Satu bagian hati ini akan selalu milikmu.”

Sesaat kemudian seolah deretan kalimat di sana berubah menjadi wajahmu. Muka jelita yang selalu kuimpikan dan kurindukan.

Tidakkah semua bisa dipertahankan? Pelan-pelan menyusun semua lagi dari awal, seperti dulu ketika aku dan kamu saling belajar mencintai?

“Yang berawal, akan selalu menemui akhir, Mike. Setiap pertemuan berujung perpisahan. Kita hanya satu dari sekian kisah di dunia ini. Jangan merasa terlalu menderita. Relakan aku….”

Aku tahu aku masih sangat mencintaimu. Menuruti maumu adalah apa yang harus kulakukan.

Kumatikan layar iMac itu. Membiarkan gelap mengubur kata-kata darimu. Aku harus belajar rela untukmu, tanpa secuil dendam. Sebab cinta tak pernah dendam.

**

Dari lagu: Mendendam – Marcell

§ 2 Responses to Dendam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Dendam at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: