Review: Daughter of Smoke and Bone (Dari Asap dan Tulang)

22 November 2012 § 9 Komentar

“Once upon a time, an angel and a devil fell in love. It did not end well.”

“Pada zaman dahulu, seorang malaikat dan iblis jatuh cinta. Kisah cinta mereka tidak berakhir indah.”

Pengarang: Laini Taylor

Penerjemah: Primadonna Angela

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (September 2012)

Catatan: spoiler di sana-sini

Sebenarnya nggak ada niat nge-review, tapi kepikiran terus. Jadi, ya biar gue cerita sedikit tentang (dua) novel ini.

Sekitar bulan September lalu Daughter of Smoke and Bone (Dari Asap dan Tulang) dirilis oleh Gramedia Pustaka Utama. Gue pembaca fantasi, tapi sangat pemilih, alhasil nggak banyak novel fantasi yang kubaca.  Gue tertarik dengan sampul dari Daughter of Smoke and Bone versi Bahasa Indonesia, cantik banget, itu aja sih alasan beli buku ini. Gue bukan tipe yang baca review duluan sebelum baca, jadi ya gue benar-benar nggak tahu novel ini bercerita tentang apa.

Sempat tergeletak selama sebulan dengan baru 4-5 halaman yang gue baca. Entah kenapa awalnya nggak begitu menarik, mungkin karena tokoh utamanya cewek ya, jadi belum terlalu simpatik. Beberapa hari lalu, akhirnya gue memutuskan untuk membaca lagi dan ternyata… SERU.

Berkisah tentang Karou, remaja 17 tahun siswi sebuah sekolah seni di Praha. Meski punya rambut biru cerah dan tato hamsa di tangannya, Karou memang seperti remaja kebanyakan, tapi dia hidup dua dunia. Sebuah pintu menghubungkan dunia manusia dengan sebuah toko misterius tempat ia dibesarkan. Toko tersebut dimiliki oleh Brimstone, seorang chimaera atau monster, yang selalu menyuruh-nyuruh Karou untuk mengerjakan perintah-perintahnya serta mengumpulkan gigi-gigi.

Akan tetapi, jejak tangan terbakar di pintu-pintu yang menghubungkan dunia manusia dan toko Brimstone mengubah semuanya. Itu adalah segel dari para seraphim atau malaikat. Para seraphim itu kemudian membakar hampir semua pintu yang ada, hanya tersisa satu yang berada di langit.

Pembakaran pintu toko itu membuat Karou mencari tahu apa yang terjadi. Ditinggalkan dengan banyak pertanyaan di benaknya dan kekhawatiran akan Brimstone, serta Issa, Yasri, dan Twiga, penghuni toko yang selama ini sudah dianggap sebagai keluarganya sendiri, akhirnya Karou memulai perjalanannya. Dari Razgut, seorang malaikat yang terbuang dan beberapa pelanggan toko Brimstone, Karou mendapatkan beberapa jawaban dari pertanyaannya. Akan tetapi, jawaban terbesar didapatnya dari seorang malaikat yang ikut membakar pintu-pintu, yaitu Akiva.

Bahwa Karou adalah Madrigal, seorang chimaera yang dianggap sebagai pengkhianat karena mencintai seorang malaikat.

Sejak dulu para seraphim dan chimaera sudah terlibat perang. Satu sama lain menganggap musuh, maka, cinta yang muncul di antara seraphim dan chimaera adalah cinta terlarang. Meski cinta itu kemudian menumbuhkan harapan…. Harapan akan kehidupan yang lebih baik dan kedamaian.

Novel Daughter of Smoke and Bone adalah cerita pendahuluan dari seri sebuah trilogi. Drama dan romansa terasa kental dalam novel ini. Meski begitu ketegangan perang dan rahasia-rahasia yang membuat penasaran bikin gue nggak bisa berhenti baca. Apalagi dengan karakter-karakter yang kuat.

Tokoh utama, Karou, membuat gue jatuh simpatik. Tidak menye seperti Bella Swan atau garang seperti Katniss, Karou cenderung bersikap seperti remaja umumnya, meski terasa agak emo. Entah kenapa karakter Karou ini ngingetin gue dengan gadis di video klip Numb-nya Linkin Park, apalagi latanya sama-sama di Praha. Sementara Akiva, ya gitu deh, standar anti-hero dalam kisah-kisah fantasi, tapi guanteng. Beberapa review bilang karakter Akiva ini biasa saja, tapi entah kenapa gue bisa jatuh cinta sama dia…. Mungkin karena dia mirip karakter yang pernah gue tulis, apalagi latar belakangnya yang tragis. Mungkin karena gue memang demen sama makhluk bersayap berbodi ganteng. Hahaha…

Penceritaan di novel ini juga baguuusss. Gue memang baca terjemahannya, tapi cara si penulis merangkai kalimat dan bikin deskripsi tuh apik, nggak menye walau terasa banget romannya. Dan tentu saja, latar Kota Praha juga diceritakan dengan menarik oleh penulisnya. Ada dua adegan, yang sebenarnya biasa, tapi karena ditulis di Kota Praha jadi cakep (dan merupakan favoritku juga), yaitu waktu Karou dan Akiva duduk di atas katedral waktu lihat matahari terbit dan ketika Karou berhadap-hadapan sengit dengan malaikat-malaikat di atas Charles bridge.

Karena novel Daughter of Smoke and Bone ini memang permulaan ya… belum ada berantem-beranteman heboh. Itu aja sih, gue berharap ada sesuatu yang bikin deg-degan macam aksi-aksi gitu, tapi ternyata malah dominan romannya. Cuma romannya juga unyu kok, nyenengin itu dibaca. Meski gitu, ceritanya bener-bener penasaran sehingga gue tanpa ragu langsung ngelanjutin ke buku kedua: Days of Blood and Starlight.

Trailer Daughter of Smoke and Bone (versi UK)

Trailer Daughter of Smoke and Bone (versi US)

Karou:

Akiva:

Trailernya sebenarnya ada versi Brimstone, Issa, dan Zuzana, bisa dilihat lengkapnya di blognya Laini Taylor.

Bonus review:

Days of Blood and Starlight

Penerbit:  Little, Brown Books for Young Readers

Days of Blood and Starlight ini belum diterjemahkan ke Bahasa Indonesia karena memang baru rilis 6 November kemarin. Gue nggak akan banyak kasih cerita dari novel ini karena ya… belom banyak yang baca. Nanti gue malah ditimpuk karena spoiler.

Jadi, buku kedua ini masih lanjutan dari cerita pertama. Karou dan Akiva akhirnya berpisah setelah Akiva menceritakan masa lalu Karou. Karou mencari jalan kembali ke kelompok chimaera yang tersisa dan Akiva kembali ke Erezt, tempat tinggal para seraphim. Kedua kubu tersebut menyiapkan pasukan masing-masing untuk melanjutkan perang. Termasuk Karou yang melanjutkan pekerjaan Brimstore sebagai resurrectionist atau Sang Pembangkit. Tapi kemudian sesuatu yang tidak terduga terjadi…. Ya ampun, gatel banget gue buat nerusin kalimat itu, tapi ditahan-tahan.

Buku kedua ini nggak terlalu roman, malah terkesan lebih suram, penuh rasa bersalah, dan ketegangan persiapan perang. Ada karakter-karakter baru seperti Ziri, Ten, Jael, dan lain-lain. Awalnya sih agak terasa aneh dengan tokoh-tokoh baru ini, tapi karena memang fokus ceritanya sudah beda dari yang pertama, gue sih enjoy aja. Ada adegan-adegan yang bikin melongo…. Awal buku ini agak datar, tapi emang gaya penulisnya yang bertutur pelan-pelan sih. Lama-lama  atmosfir yang dibangun dapet banget. Ada bagian mengharukan yang lagi-lagi bikin gue sampe menitikkan air mata, seperti di buku pertama. Oh ya, ada adegan kekerasan berupa aksi ‘rape’ di sini. Nggak eksplisit, tapi ya agak kaget juga sih nemu adegan begitu di novel Young Adult.

Apalagi ya, kalau buat gue pribadi, cerita di buku kedua lebih seru daripada yang pertama. Karena buatku baca novel fantasi kan yang dicari seru-seruannya, bukan romannya. Hehehe….   Buku kedua ini nggak berlatar di Praha lagi, tapi di Eretz dan kastil di luar Maroko. Tapi untuk Erezt dikasih peta kok, jadi kebayang gitu lokasinya di mana dan di mana. Buku kedua ini bikin makin penasaran sama ending cerita keseluruhannya. Grrr….

Sekilas info: Seri Karou dan Akiva ini memang temanya masih tentang paranormal fantasy, malaikat-monster (chimaera), serta cinta-peperangan. Tapi aku sendiri suka cerita di dalam situ, menarik dan fresh untuk diikuti. Daughter of Smoke and Bone sendiri hak filmnya sudah dipegang oleh Universal Pictures, cuma nggak tahu kapan filmnya akan mulai dibuat. Untuk seri ketiganya sendiri, gue nggak tahu kapan keluarnya, mungkin tahun depan dan judulnya sendiri sih belum ada juga kayaknya.

“Once upon a time, an angel and a devil fell in love and dared to imagine a new way of living—one without massacres and torn throats and bonfires of the fallen, without revenants or bastard armies or children ripped from their mothers’ arms to take their turn in the killing and dying. 

Once, the lovers lay entwined in the moon’s secret temple and dreamed of a world that was a like a jewel-box without a jewel—a paradise waiting for them to find it and fill it with their happiness. 

This was not that world.”

– Days of Blood and Starlight

Bonus lagi:

Numb – Linkin Park

Tagged: , , , , ,

§ 9 Responses to Review: Daughter of Smoke and Bone (Dari Asap dan Tulang)

  • cimoethyunjae mengatakan:

    gw dah baca bukunya.. lanjutannya blm ada

  • Adis mengatakan:

    Lanjutannya yang versi terjemahannya memang belum diterbitkan oleh Gramedia. Thanks ya udah mampir.🙂

  • cimoethyunjae mengatakan:

    😀 iya…

  • Zian mengatakan:

    baru setengah baca ni novel… udah ada filmnya ya?

  • Adis mengatakan:

    belum. hak untuk filmnya sudah dibeli oleh universal pictures dan kabarnya joe roth jadi produsernya, tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi.🙂

  • Riri mengatakan:

    Hi… gw Riri. salam kenal..
    kebetulan gue udh lama cari buku ini dari pertengahan 2014 kmren. sampe skrg ga nemu2 juga, stok di toko buku online bahwa gramedianya sendiri aja kosong. bisa bantu nggak? makasih sebelumnya.. bisa kontak gw di 085647707686🙂

  • Adis mengatakan:

    halo riri, terima kasih udah berkunjung. kayaknya aku nggak bisa bantu kamu cari. tapi coba ke toko buku online yang menjual buku second, sudah coba? aku biasa cari buku di @ linebookshop (twitter).

  • zana mengatakan:

    Sudah lama ƍäª hunting buku/novel, kebetulan sy suka cerita drama – science – roman – action fiksi or fantasy gtu.. Cuma ƍäª suka Ɣªήğ horor serem, klo hantu2 nya cakep and ganteng2 sy sukaa нïнiнï
    º°˚˚°º♏:)ª:)K:)ª:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚ review buku2nya, jd pengen baca2 lg

  • Febri Yanti S mengatakan:

    Sumpah, aku juga beli asal ngambil karena cover bukunya unik. Awalnya emang ngebosenin, tapi kelama-lamaan jadi seru dan sekarang makin penasaran sama Days of Blood and Starlight tapi belum beli huhu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Review: Daughter of Smoke and Bone (Dari Asap dan Tulang) at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: