Kenalan Yuk!

12 Januari 2013 § 9 Komentar

Sepuluh kali menonton film yang sama di penghujung tahun bukanlah dosa. Hari ini yang kesepuluh. Aku duduk di tempat yang sama setiap hari, di deret B seat 21. Di tanganku, ada pop corn dan minuman soda, teman setia ketika menonton. Kacamata 3D sudah terpasang di wajahku, sementara itu suara menggelegar muncul bersamaan dengan layar besar yang mulai berwarna.

Lalu muncullah potongan sembilan menit dari cerita Star Trek: Into Darkness dan aku mulai mengunyah potongan pop corn-ku pelan-pelan. Aku tahu, di menit-menit ke lima atau ke enam nanti kursi di sampingku akan terisi. Sebab seperti itulah yang selalu terjadi lima hari belakangan ini.

Aku tidak kenal siapa dia. Di hari ketiga di duduk di sebelahku, aku baru mengenal dia adalah laki-laki yang sama dengan yang hari lalu. Aku melihatnya—tato tribal di pergelangan tangannya. Namun, seperti hari-hari yang biasanya, 169 menit selanjutnya kami habiskan dengan sama-sama fokus ke layar bioskop.

Biasanya setelah film selesai dan lampu-lampu dinyalakan kembali barulah aku bisa melihat wajah pemuda yang duduk di sebelahku itu. Karena tidak kenal, aku biasanya hanya melirik sedikit-sedikit. Rambut keriting sebahunya yang biasanya diikat, hidungnya yang mancung, dan alisnya yang melekuk sempurna di atas matanya. Pernah sekali ia tersenyum kepadaku—sekali saja, tapi membuat jantungku berdegup kencang seakan habis dikejar sekawanan orcs.

Katanya takdir hanya akan mempertemukan kita kepada orang-orang yang tepat saja.

Menurutku dia tepat. Kalau tidak buat apa dia nonton The Hobbit berkali-kali sepertiku. Setidaknya aku tahu kami punya kesukaan yang sama.

Dia juga datang, tepat seperti perkiraanku.

Tetapi dia tidak sendiri. Ada perempuan berjalan di sebelahnya. Mereka saling bicara dan itulah pertama kali aku mendengar suaranya. Aku menyukainya, tapi aku ingin dia bicara kepadaku bukan untuk perempuan itu.

Padahal, aku merasa ini sudah waktu yang tepat untuk berkenalan dengannya. Ternyata tidak selamanya menunda dan merencanakan waktu yang tepat bisa memuluskan segala hal. Beberapa hal memang lebih baik dilakukan begitu saja, tanpa perlu banyak pertimbangan.

Aku menghela napas panjang. Shire—tempat para hobbit tinggal—sudah muncul di layar. Seratus enam puluh sembilan menit ke depan aku harus mencoba melupakan niatku untuk berkenalan dengannya. Aku duduk merosot di kursiku. Ini lebih seperti siksaan. Demi Thorin Oakenshield dan teman-temannya, tolong kirim Smaug ke sini untuk menghabisi perempuan yang ada di sebelah teman nontonku lima hari ke belakang ini.

Kegeramanku bertambah ketika aku mendengar perempuan itu berbisik bahwa film ini membosankan sekali. Ia merengek kepada pemuda di sebelahku untuk keluar dari studio, tapi si pemuda tidak bergeming. Sampai-sampai aku harus menegur keduanya. Si pemuda itu malah tersenyum kepadaku.

Senyum itu lagi. Dan kali ini aku membalasnya.

Akhirnya, perempuan itu keluar sendiri beberapa saat kemudian.

“Terima kasih,” bisiknya di telingaku, “sudah mengusirnya.”

Aku hampir terlonjak di kursiku mendengarnya berbisik. Pandangan kami bertemu, senyumnya untukku lebih lebar daripada tadi. Dia benar-benar bicara kepadaku. Aku tersenyum kikuk.

“Sama-sama.”

“Tolkien atau Jackson?” tanyanya seraya mencondongkan tubuh ke dekatku. Aku mengerti maksud pertanyaannya, apakah aku penggemar karya tulisan J.R.R. Tolkien atau penggemar karya sinema Peter Jackson.

“Tolkien.”

“Ah, pantas saja,” sahutnya. “Aku Nara. Nararya.”

“Medina,” balasku.

Siapa perempuan yang datang bersamanya itu, aku tidak tahu. Tapi, siapa peduli. Sampai satu jam ke depan, dia akan jadi milikku saja.

 

*mungkin bersambung

Bogor, 13 Januari 2013

§ 9 Responses to Kenalan Yuk!

  • rinibee mengatakan:

    Bersambung sajaaa…

    *nunggu di depan bioskop..😀

  • akunulis mengatakan:

    Bersambung aja dit, itu ceweknya mau balik lagi kok.. *bawa bakiak buat adit*😛

  • […] Baca cerita sebelumnya di: Kenalan Yuk! […]

  • Puji Eka Lestari mengatakan:

    Tulisan Kak Adit selalu manis🙂

  • Adis mengatakan:

    @mbak indah: kita lihat aja nanti mbak, bakal balik lagi apa nggak. hahaha

  • Adis mengatakan:

    @puji: terima kasih ya ^^

  • […] *menyambar FF Adit Kenalan Yuk* […]

  • “potongan pop corn-ku pelan-pelan.”
    cmiiw: pop corn tdk menggunakan “potongan”, bukan jagung rebus atau bakar.

    “Di hari ketiga di duduk di sebelahku, aku baru mengenal dia adalah laki-laki yang sama dengan yang hari lalu. Aku melihatnya—tato tribal di pergelangan tangannya.”
    cmiiw: koreksi lagi pada bagian ini typo dan tata kalimat yang ambigu. perbaiki.

    “Rambut keriting sebahunya yang biasanya diikat, hidungnya yang mancung, dan alisnya yang melekuk sempurna di atas matanya. ”
    cmiiw: penggambaran sosoknya masih kosong. tidak diberi majas. koreksi lagi.

    “Katanya takdir hanya akan mempertemukan kita kepada orang-orang yang tepat saja.”
    cmiiw: pemberian tanda baca pada bagian ini mungkin perlu.

    “Menurutku dia tepat. Kalau tidak buat apa dia nonton The Hobbit berkali-kali sepertiku.”
    cmiiw: star trek dan the hobbit itu film yg sama ya? *belum nonton keduanya*

    “Aku menyukainya, tapi aku ingin dia bicara kepadaku bukan untuk perempuan itu.”
    cmiiw: kata ‘untuk’ mungkin bisa diganti ‘dengan’

    “Padahal, aku merasa ini sudah waktu yang tepat untuk berkenalan dengannya.”
    cmiiw: perhatikan, sama seperti di atas, kamu sedang menulis cerita bukan sedang bercerita. kata ‘sudah’ atau ‘adalah’ yang tepat?

    “Aku hampir terlonjak di kursiku mendengarnya berbisik.”
    cmiiw: “di kursi” atau “dari kursi”

    “dia akan jadi milikku saja.”
    cmiiw: pilihan kata dalam kalimat ini agak aneh menurut saya. koreksi lagi.

    Keseluruhan:
    cmiiw: di awal cerita bilang kalau nonton star trek, di pertengahan ke akhir jadi the hobbit tanpa pemberitahuan kepada pembaca. membuat pembaca bertanya, star trek itu film sekuelnya the hobbit? atau ?
    ini sih bagi yang tidak tahu menahu tentang film hollywood.

  • Adis mengatakan:

    Fyi, aku memang nggak jelaskan kalau setting adegan ini di IMAX. Sebulan terakhir, memang ada trailer 9 menit dari star trek yg diputer sebelum film regulernya main. :))
    Tapi trims untuk masukan penggunaan kalimat dan kata, lain kali akan aku perbaiki.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kenalan Yuk! at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: