Jadi Biru

2 Februari 2014 § Tinggalkan komentar

Kepada Dr. Geiszler,

Beberapa mimpi ditakdirkan untuk terwujud. Akan tetapi, setelah usai, apa lagi?

Apa lagi?

Aku membayangkan kamu berdiri di bagian luar garis kuning yang dibentangkan di sekitar tubuh Otachi. Satu-satunya yang kamu miliki dan tersisa. Kamu ke sana kemari memberi perintah dan peringatan ini itu. Sampai akhirnya, kamu terdiam dan membisu. Sikap tubuhmu yang tadinya berkacak pinggang seperti bos besar, kini loyo. Pandanganmu mengintai apa yang ada di hadapanmu.

Bangkai kaiju.

Bangkai terakhir kaiju.

Setelah ini apa lagi?

Kamu menundukkan kepala. Mematung dan tenggelam dalam pikiran yang mendadak kalut. Lubang sudah tertutup. Sekarang kamu tidak punya apa-apa lagi. Apa yang kamu punya mencair jadi biru–menguap menjadi gas beracun.

Biru, seperti hatimu. padahal sekelilingmu orang-orang bersuka cita. Perang sudah berakhir. Monster telah dikalahkan. Mimpi-mimpi yang dulu pupus karena ketakutan kini bisa bangkit lagi.

Tapi, bukan milikmu.

Perasaan itu seperti pengkhianatan kepada manusia. Kamu adalah manusia. Kamu hidup dan berusaha bertahan. Tak ada bedanya dengan bayi kaiju di hadapanmu. Kamu melihatnya bergerak untuk pertama kali. Keluar dari rahim induknya yang tinggal jasad.

Seharusnya kamu bahagia.

Kamu melepas kacamatamu. Membiarkan semua terlihat kabur di matamu agar tak perlu kamu melihat yang terjadi. Agar kamu tak merasa kian kehilangan. dan kamu berjalan. Berbalik menjauh dari bau amonia yang menyesakkan.

Dalam tiap langkah yang kamu ambil, kamu mengingat betapa mahal harga yang harus dibayar sebagai kompensasi terwujudnya mimpimu. Monster besar yang kamu kagumi muncul dan muncul lagi untuk menghancurkan tempat yang kamu tinggali–untuk membunuh dan mengganti isinya dengan mereka. Akan tetapi, kamu tak habis takjubi.

Itulah ketika mimpi terwujud. Kamu hanya merasa bahagia. Ketakutan dan penyesalan datang terakhir.

Namun, penyesalan bukanlah kata milikmu.

Beberapa mimpi ditakdirkan untuk menjadi kenyataan. Lalu berakhir.

Kamu harus punya mimpi yang baru. Betapapun beratnya itu.

Seperti, berharap kalau mereka akan kembali lagi. Suatu hari. Itu mimpimu yang baru, Newt.

Salam sayang,

A.

—————–

*catatan: Otachi (kaiju) dan Dr. Newton Geiszler adalah karakter dari Pacific Rim karya Guillermo Del Toro. Screenplay ditulis oleh Guillermo del Toro dan Travis Beacham.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Jadi Biru at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: