Surat yang Tak Pernah Sampai

5 Februari 2014 § 2 Komentar

Kepada Prof. Albus Dumbledore,

I know magic, Sir.

Aku tahu mantra untuk melakukan kutukan ikat-sempurna. Aku bisa merapalkan mantra untuk membuka pintu tanpa cela. Aku ingat peron mana yang harus dilalui untuk mencapai menaiki ke Hogwarts.

Aku pernah memelihara burung hantu yang tersesat ke rumah.

Burung hantu tanpa surat.

Apa semua itu kurang untuk memenuhi persyaratan mendapatkan sebuah surat dari sekolah sihir Hogwarts?

Ketika burung hantu itu datang, aku masih kecil, di umur yang pas untuk memulai masa sekolah di dunia sihir. Akan tetapi, seluruh keluargaku adalah muggle, belum pernah ada darah penyihir yang memerciki. Dan burung hantu itu kutemukan pada suatu pagi, menabrak jendela kaca. Ia begitu menyedihkan dan terluka.

Aku merawatnya, lalu melepaskannya lagi.

Aku tidak pernah berpikir kalau saja ada surat terselip di kaki-kakinya. Mungkin saja jatuh dalam perjalanan. Mungkin saja ada orang yang iseng melepasnya sebelum sampai ke tanganku. Namun, tak ada lagi burung hantu yang datang setelah itu.

Momen burung hantu itu datang saat aku membaca tentang dunia sihir yang ditulis oleh seorang muggle. Apa mungkin dia sepertiku? Tahu sihir tetapi tak diizinkan masuk.

Jadi, yang tersisa hanyalah misteri.

Aku percaya. Sayangnya, tak ada satupun yang bisa membuktikan kebenaran perasaan itu. Namun, percaya saja tak perlu bukti, kan? Sebab sebagian rasa percaya muncul karena kata hati. Itulah yang membuat manusia menjadi manusiawi.

Beberapa hal memang lebih baik tetap menjadi misteri.

Layaknya aku dan sihir. Jadi, itu yang membuatku tak pernah berhenti mimpi. Mimpi dan misteri, adalah pelajaran terbesar yang kau beri padaku, Sir.

Yang masih menanti surat yang tak kunjung sampai,

A.

————————-

Albus Dumbledore, karakter dari seri Harry Potter oleh J.K. Rowling.

§ 2 Responses to Surat yang Tak Pernah Sampai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Surat yang Tak Pernah Sampai at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: