Seharusnya Kamu Tetap Mati

7 Februari 2014 § Tinggalkan komentar

Kepada Sherlock,

Love is watching someone die.

Aku kira ini surat tersulit yang ingin aku tulis. Aku punya banyak kata dalam kepala dan ketika tiba di ujung jari semua terasa sia-sia. Melayang begitu saja seolah tanpa makna.

Padahal, kamu lebih dari segalanya.

Aku ingin menulis sebuah surat yang haru karena aku mencintaimu. Jadi, aku teringat ketika kali pertama jatuh cinta. Hitunganku sampai dua puluh saja, lalu tanpa ada ragu aku putuskan untuk jatuh cinta kepadamu.

Katanya, yang cepat datang, akan cepat pergi. Mungkin itu tidak berlaku bagi segalanya. Kamu adalah pengecualian. Lagi pula, tak ada yang bisa menghentikan cinta selain cinta itu sendiri.

Aku melihatmu mati dan aku masih cinta. Karena aku tahu kamu akan kembali. Meski waktu itu langit mendung dan sendu. Mataku berkabut dan pilu. Hatiku berubah jeri dan kelabu. Cinta tak berakhir sampai di situ.

Waktu merupakan sesuatu yang lain. Perubahan adalah yang dibawa serta. Cinta tetap duduk di dalam hati.

Sayangnya sedapat mungkin aku menjaganya, waktu mengajaknya bermain, perubahan memengaruhinya. Segalanya berganti. Aku bertahan, berharap seperti dulu. Akan tetapi, mengharapkan segalanya tetap sama selamanya adalah kesia-siaan.

Semua adalah saat kamu kembali dari matimu.

Aku ingat melihatmu mati. Tubuhmu terempas di trotoar. Merah mengalir di wajahmu. Matamu yang biru nyalang menatang angkasa yang abu-abu.

Kamu tahu mengapa hidup menjadi berharga? Karena tak ada yang bisa mencurangi kematian. Ia datang, mengendap-endap cepat, dan mencuri. Lalu pergi.

Kamu harus tahu bahwa segalanya punya harga.

Kali ini, bagiku, harganya adalah cinta yang berhenti saat kamu kembali dari mati.

Yang selalu memimpikanmu,

A.

————————–

Kalimat pertama diambil dari lagu “What Sarah Said” milik Death Cab for Cutie.

Sherlock dari serial BBC Sherlock.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Seharusnya Kamu Tetap Mati at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: