Paradoks

9 Februari 2014 § Tinggalkan komentar

Kepada Kenneth,

Mari kita bicara tentang perjalanan lintas waktu karena itu adalah sebagian dari mimpiku.

Aku membaca iklan yang kaupasang di surat kabar pada suatu hari. Sayangnya, aku terlalu terlambat menemuimu. Kupikir kamu sudah pergi, ternyata kamu sudah memilih pendamping lain untuk menemanimu.

Jadi, perlahan aku tahu mengapa kamu pergi. Ada sesuatu di masa lalu yang ingin kamu ubah. Event yang menyakitimu dan menghantuimu–mungkin untuk selamanya, kalau kamu tidak berhasil berjalan ke masa lalu.

Maka, aku tahu kalau kita berbeda. Aku tidak pernah menyesali apapun di masa lalu. Aku pergi karena aku ingin. Aku ingin membuat diriku hebat. Aku ingin melihat masa yang tidak pernah dan tidak akan kulihat. Itulah mengapa aku tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk pergi melintasi waktu. Aku terlalu naif dengan niat-niatku.

Mungkin kamu takut, kalau nanti aku malah membuat repot dunia. Karena hal kecil saja bisa mengubah rantai sejarah. Atau mungkin teori yang berlaku sama sekali berbeda. Entahlah, belum pernah ada orang yang berhasil melakukan itu. Kalau pun ada, beliau-beliau itu mungkin akan tertawa membaca surat ini. Lalu, terketuk hatinya untuk mengajakku.

Ah, mari kita lanjutkan cerita tentangmu. Aku tahu bagaimana kamu mempersiapkan semuanya dengan baik. Perjalanan melintasi waktu tak akan mudah, tetapi kamu tidak berhenti. Pada akhirnya, kamu jatuh cinta dengan pendamping perjalananmu. Akan tetapi, itu juga tidak menghentikan niatmu. Kamu tetap pergi untuk mencegah kecelakaan yang kaubuat dan menewaskan kekasihmu.

Paradoks.

Dan nyatanya, kamu benar-benar bisa pergi. Aku tidak tahu apakah kamu kembali lagi. Sebelum pergi, perempuan yang dulu kamu tabrak itu, ternyata masih hidup.

Mesin waktumu mungkin berhasil.

Tetapi, mungkin tidak menjaminmu untuk bisa kembali. Dan itu tidak berhasil membuatku yakin kalau itu memang terjadi. Kurasa perjalanan lintas waktu adalah sebagian dari mimpi. Meskipun begitu, di sini, aku akan menyimpan potongan iklan baris yang pernah kamu pasang di surat kabar sekarang dan seterusnya.

Wanted: Somebody to go back in time with me. This is not a joke. P.O. Box 91 Ocean View, WA 99393. You’ll get paid after we get back. Must bring your own weapons. Safety not guaranteed. I have only done this once before.

Siapa tahu suatu hari kamu kembali dan ingin melakukan petualangan lain lagi.

Salam,

A.

————————

Catatan: Kenneth adalah karakter dari film Safety Not Guaranteed (2012).  Baca review dariku di sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Paradoks at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: