Surat Dua Belas: Safir

17 Maret 2014 § Tinggalkan komentar

Ngomong-ngomong sekarang suratnya udah sampai ke-12 dan ceritanya bakal selesai di surat ke-30. Surat selengkapnya bisa dilihat di sini: http://belantararasa.wordpress.com/category/asha-shafira/
Selamat menikmati kisah Asha, Lazarus, dan Biru!🙂

Belantara Rasa

Hai Biru,

Sudah hampir pagi ketika aku tiba di apartemen Laz. Selama sesaat kami sama-sama diam di dalam mobil. Mendengarkan sayup-sayup radio yang sejak tadi hanya memutarkan lagu demi lagu. Aku mengirimkan pesan pendek kepada si pria pemalu, memberitahunya bahwa aku sudah tiba di apartemen Laz. Namun, aku tidak bilang kalau aku begitu merindukan tempat ini.

Kami berdua tidak saling bicara sejak percakapan terakhir di mobil. Aku berjalan ke kamar yang biasa kutempati, melihat Laz keluar dari sana. Dia mematung di depan pintu, sampai aku mengintip ke dalam ruangan itu.

Napasku tercekat. Aku tidak kenal tempat itu lagi.

Laz membisikkan kata maaf. Membelai kepalaku. Jemarinya menyeka rambut di sisi pipi kiriku. Tangannya yang besar menyentuh bekas luka memanjang di sana. Menciumnya. Mengucapkan selamat malam.

Di luar langit sudah hampir terang.

Sosoknya berbalik dan menjauh dariku.

Saat aku mengecek ponsel, kutemukan pesan balasan dari Biru. Apa dia tidak tidur? Apa dia…

Lihat pos aslinya 587 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Surat Dua Belas: Safir at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: