Surat Satu: Surga

17 Maret 2014 § Tinggalkan komentar

Aku nulis surat bersambung berdasarkan surat-surat punya @momo_DM yang ditulis untuk #30HariMenulisSuratCinta. Ini surat pertama dan selanjutnya bisa dibaca di blog ini. Kisahnya tentang Asha yang pindah ke kota kelahirannya karena Lazarus, sahabat yang dicintainya, dan karena itulah Asha bertemu dengan Biru.

Belantara Rasa

Jika surga itu ada, apa yang kaubayangkan di sana?

Lazarus pernah menanyakan itu kepadaku. Sudah lama. Namun, aku tak pernah lupa.

Aku mulai berpikir saat itu juga. Apa yang aku lihat? Apa yang aku dengar?

Cahaya remang menerangi sudut tempat kami duduk. Televisi menyala, memutar episode lama Star Trek. Di pangkuanku ada buku yang ditulis Lentera Biru. Buku baru.

Aku masih menimbang-nimbang apa yang ingin kujawab.

Sementara Laz, duduk membungkuk. Di tangannya ada sebuah plat kaca. Barisan bubuk berwarna putih berjajar di permukaannya. Laz memuji pekerjaanku yang kian sempurna.

Dalam sesaat satu baris hilang masuk ke dalam hidungnya. Ini surga katanya sambil menyedot napas kuat-kuat.

Surganya. Lalu milikku apa?

Berkumpul kembali bersama Bhawa, saudara kembarku? Aku bahkan tidak akrab dengannya. Laz sudah kuanggap sebagai saudara sendiri, sejak kali pertama di sekolah dasar aku memergokinya merokok. Dia hanya bilang dia suka mencoba. Aku percaya karena dia memang tidak pernah memaksa. Sejakā€¦

Lihat pos aslinya 280 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Surat Satu: Surga at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: