Waktu

28 Maret 2014 § 5 Komentar

Jadi, dua hari ini ada tiga temanku yang ulang tahun. Mereka ngadain giveaway berhadiah buku-buku keren. Caranya bikin dialog dari gambar yang mereka kasih. Karena aku nggak suka gambarnya, jadi aku pilih gambar sendiri dan nulis dialog-dialog ini sebagai hadiah ulang tahun untuk mereka. Karena itu… tulisan ini nggak diikutin kompetisi kok. Ada tiga gambar, tiga dialog yang masing-masing kurang dari 250 kata. Selamat ulang tahun Danissyamra, Momo DM, dan Rido Arbain! Waktu nggak akan ke mana-mana! Semoga kalian bertiga suka!😀
kate matthew

Masterpiece

“Kamu bilang mau memberiku hadiah, Ben.”
Pemuda itu tersenyum lebar, giginya yang putih rapi mengintip keluar. “Pensil ajaib!”
“Kamu bercanda,” gadis itu tertawa keras.
“Selamat ulang tahun, Sayang.” Sebuah ciuman mendarat di pipi si gadis. “Lihat aku. Biar kutunjukkan kepadamu betapa kerennya pensil ini.”
“Oke. Oke.”
“Jangan bergerak.”
“Kamu harus memegangiku,” kekeh gadis itu terdengar.
“Aku sebenarnya tidak lupa dengan apa yang paling kamu inginkan sebagai hadiah.” Tangan kasar pemuda yang seorang pemahat itu membelai bahu kekasihnya.
“Hmmm….”
“Selamanya muda?”
“Selamanya muda dan bersamamu.”
“Apakah kamu mencintaiku?”
“Pertanyaan apa itu, Ben? Tentu saja aku sangat mencintaimu,” ujar si gadis mencubit pinggang kekasihnya.
“Pensil ini akan selamanya membuatmu muda, Kate,” kata Ben, mendekatkan ujung pensil ke tubuh Kate. “Bergayalah paling manis.”
“Baiklah,” jawab Kate, menaikkan dagu dan menyunggingkan senyum tipis.
“Kamu sangat cantik,” puji Ben, menyentuhkan pensil itu ke wajah Kate. Menggoreskannya dengan sangat halus.
“Geli.”
“Geli?”
“Iya, eh.”
“Kenapa?” tanya Ben, membuat garis lain di permukaan kulit halus muka Kate.
“Aku tidak bisa menggerakkan tanganku.”
“Jangan bergerak, Kate.”
“Kaki, Ben. Kakiku kaku!”
“Kamu cantik.”
“Ben….”
“Dan akan muda selamanya, Kate. Aku mencintaimu. Selamat ulang tahun.” Ben berkata tanpa suara. Memandang puas pada patung gadis cantik yang tadi adalah kekasihnya. Masterpiece.

 

tumblr_n2daq3VUqI1qdghnpo8_1280

Dilarang Jatuh Cinta

“Hari ini umurmu berulang.”
“Siapa peduli?”
“Aku,” perempuan berambut pirang itu berkata syahdu.
“Kita masih punya waktu.”
“Sedikit.”
“Namun itu waktu, sayang. Seperti berhenti saat kamu ada di sini. Di sampingku.”
Pandangan mereka beradu. “Andai kita bisa menghentikannya. Aku butuh lebih lama bersamamu.”
“Kita bisa,” si pemuda mendekatkan wajahnya.
“Aku tidak bisa melakukan itu.” Gadis itu berpaling. “Jangan paksa aku.”
“Kita bisa abadi.”
“Perasaan itu terlarang. Aku masih ingin hidup.”
“Apa itu hidup jika kita tidak bisa mencintai dan saling bersama? Aku mencintaimu, Eve.”
Gadis itu membeku. Membalas tatapan pemuda itu tanpa ragu. “Terlalu lama untuk ulang tahun yang selanjutnya, Eve.”
“Apa kamu bahagia?”
“Bersamamu, ya. Selalu, Eve.”
“Selamat ulang tahun, John.”
Mereka berbagi bibir. Sesaat kemudian tubuh keduanya kejang dan roboh. Itu adalah ulang tahun John yang pertama. Android dilarang jatuh cinta di Planet Galactiva yang merayakan tahun baru setiap 2803 tahun sekali.

 

Martin-Scorsese-Dolce-and-Gabbana-the-One-commercial-watch-the-full-video-1124x660-cover

Selamanya

“Maaf, aku terlambat, Scarlet. Aku hanya bisa mengajakmu ke sini.”
“Memangnya kita butuh tempat yang lebih dari pada ini? Aku suka pemandangan di tempat ini, Joe. Gedung-gedung yang membuatku rindu.”
“Selamat ulang tahun, Scarlet.”
“Kamu mengucapkan hal yang sama setiap hari, Joe.”
“Karena momen ini selalu terulang. Aku terlambat menjemputmu, lalu aku mengajakmu ke sini.”
“Bukankah itu yang membuat kita saling jatuh cinta?”
Keduanya bersemuka.Pandangan yang bicara lebih banyak daripada mulut yang berkata-kata.
“Aku tidak pernah menyesal, Joe. Aku tidak pernah menyesal.”
“Kita melakukan ini lagi dan lagi.”
“Dan kita makin mencintai setiap hari.”
“Tidakkah kamu ingin ini semua berakhir dan kita….”
Scarlet maju, mendekat pada Joe, melingkarkan tangannya di pinggang pria itu. Jarinya mendarat di bibir tipis milik Joe.
“Ini semua harus terjadi. Dan kita tidak pernah meminta ini untuk menimpa kita, Joe.”
“Kita beruntung.”
“Ya.”
“Aku mencintaimu, Scarlet. Meski harus mengucapkan selamat ulang tahun untukmu setiap hari pada jam yang sama, menit yang sama, detik yang sama. Aku akan selalu mencintaimu.”
Keduanya saling bisu. Sama-sama tahu apa yang akan terjadi setelah ini.
“Kita akan bertemu lagi, Joe.”
“Selamat ulang tahun, Scarlet.”
Ciuman itu begitu manis dan penuh gairah. Hanya sesaat, lalu sosok keduanya hilang. Dunia yang menjadi latar mereka lenyap. Momen yang akan terus berulang. Besok keduanya akan kembali berada di situ untuk mengucapkan ulang tahun dan berbagi ciuman. Selamanya.

§ 5 Responses to Waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Waktu at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: