Rindu

11 April 2014 § Tinggalkan komentar

Di sana ada pantai. Di sana ada ladang. Aku di antaranya, berdiri. Menatap bolak-balik. Berpijak pada pasir yang menggelitik. Aku seharusnya pergi. Sesuatu memakuku di sini, menjadikanku arca batu.

Kau lihat langit yang biru? Warnanya berganti-ganti. Tanya kepada mereka yang terobsesi pada rona. Biru yang ini. Biru yang itu. Bagi kita, ada kesepakatan hanya ada satu biru. Yang seperti matamu.

Kau lihat lautan yang biru? Warnanya kerapkali berubah. Karena dasarnya yang makin jauh. Sebab cahaya yang gagal terus menempuh. Bagi kita, semua adalah samudera. Sambung-menyambung, saling bicara dan
berkabar lewat angin dan ombak.

Kau tahu mengapa aku di sini? Berkali-kali. Lagi dan lagi. Mengunjungi tempat kali pertama tatapan kita bersilang. Menapaki jejak yang memperantarai takdir kita. Tak ada yang tercatat di sana. Semua hilang seiring waktu. Hanya di dalam kepalaku, akan kekal selama aku punya nyawa. Selama itu pula, aku akan terus kembali.

Aku berharap menemukanmu di sini. Di batas pasir gelap yang basah. Kau berdiri dan membiarkan ombak memukul-mukul kakimu. Diam yang khidmat. Katamu, kau sedang bercakap dengan samudera. Aku di berdiri
di belakangmu. Tak kunjung selesai mengamati punggungmu. Memindahkan siluetmu dalam lembaran bukuku. Ujung-ujung pensil ini rela habis untukmu.

Aku berharap menemukanmu lagi di sini. Setelah pada suatu pagi, tak kutemukan jejakmu di atas pasir. Kukira angin mengacaukannya. Aku salah. Kau memang tak pernah datang lagi.

Aku menembus ladang panjang. Membiarkan daun-daunnya yang panjang menggores kaki dan lenganku untuk selalu kembali ke sini. Aku tidak peduli. Aku berharap menemukanmu. Aku adalah ombak yang selalu kembali, menyentuh, dan menyemburkan buih ke kakimu.

Kau tak bisa melarangku untuk kembali. Selama aku masih mengenang biru di matamu. Biru pada pantai ini dan pasir-pasir yang menggelitik.

11.4.14

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Rindu at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: