jangan sebut namanya lagi

1 Februari 2015 § 12 Komentar

surat sebelumnya dari Jon, bisa dibaca di sini.

Dear Jon,

Aku tahu dia kakakmu. Tapi, please, bisakah berhenti menyebut namanya. Sekali, kamu menyakiti hatiku lagi. Pada kali kedua kamu menyebut namanya, nyaris aku tidak mau meneruskan membaca surat darimu.

Tiga bulan bukan waktu yang sebentar untuk melupakan sesuatu yang harus ditinggalkan karena memang tak bisa bersama.

Dan, sebelum suratmu datang, aku baru saja melewatkan satu jam paling menyakitkan dalam hidupku. Ingat, cerita di suratku kemarin? Tentang Amelia yang minta diajari untuk membuat origami. Ini sekaligus menjawab pertanyaan apa yang kulakukan dengan soreku.

Jadi, aku bicara dengan Amelia via Skype. Aku nggak tahu kamu sakit, dan aku sama sekali nggak mengharapkan kehadirannya. Dia duduk di samping Amelia, ikut-ikutan membuat origami. Aku terpaksa mendengar suaranya, terpaksa melihat wajahnya lagi. Semua yang kuharapkan tak akan pernah terulang, malah terjadi sore tadi.

Aku masih merindukannya.

Dia pernah bilang kepadaku kalau dia tak pernah bisa menyimpan apapun tentang hubungan kami. Semua bagian kenangan fisik ada padaku. Pesan-pesan di kertas tisu, potret kami, surel janji ketemu, SMS rindu. Semua itu cuma tertinggal kepadaku. Sekarang, setelah seratusan hari lebih, segalanya masih ada padaku. Tersimpan rapi. Tak pernah kusentuh, namun sore tadi aku tak bisa menahan diri lagi.

Jadi, please, please, please, jangan sebut namanya lagi di depanku. Kamu juga pasti sangat mengerti kalau move on cuma gampang diucapkan saja. Kenyataannya, sulitnya setengah mati untuk berpindah hati.

Salam,

Tatyana

Tagged: ,

§ 12 Responses to jangan sebut namanya lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading jangan sebut namanya lagi at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: