cinta lama masih ada

10 Februari 2015 § 9 Komentar

Dear Jonathan,

1. Aku tidak cemburu. Aku senang mendengarmu antusias menceritakan perempuan semanis Elsa. Lisa juga cerita tentang kedekatan kalian dan pertanyaan-pertanyaannya tentangku. Aku rasa dia menyukaimu. Mungkin dia cemburu karena kita terlalu dekat. Aku harap kalian bisa jadian, menikah, punya anak-anak lucu, dan bersama selama-lamanya sampai maut memisahkan.

Dan sekali-kali, penuhilah permintaannya. Tak ada ruginya, kan?

2. Terima kasih sudah membagi kabar itu. Tahukah kamu kali pertama aku membaca suratmu, aku hampir meremasnya dan membuangnya ke kotak sampah. Aku tidak sanggup melanjutkan setelah menemukan kalimat ‘Amelia akan punya adik’. Aku tidak sanggup membayangkan dia mengkhianatiku. Haha… memangnya aku punya hak dikhianati?

Aku nyaris menangis dan mengabaikan pekerjaanku. Merasa cemburu dan kecewa sekaligus. Kami tidak pernah punya kesepakatan tentang itu. Kami tidak pernah membicarakan itu. Aku tidak pernah mau membayangkan perlakuannya terhadap istrinya di rumah. Sebesar apapun cintanya kepadaku, apa yang terjadi di balik pintu rumahnya adalah sesuatu yang tak bisa kuprotes.

Dan, meski kamu bilang itu mungkin belum pasti. Kalau itu benar terjadi, tolong belikan sebuket bunga anggrek dan beri ucapan kalau aku ikut berbahagia untuk mereka. Aku sungguhan. Aku ikut bahagia. Memangnya pilihan apa lagi yang aku punya?

3. Aku bertemu Ben dan Kara beberapa hari lalu. Aku melihat cinta pada mereka. Ben tampak semringah dan cerah. Kara begitu elok dan segar. Mereka juga mengabarkanku kalau sebentar lagi aku akan punya keponakan.

Mereka bicara banyak. Menimpali satu sama lain, seakan-akan pikiran mereka saling terkoneksi. Dan aku cuma tersenyum saja.

Saat itu aku tahu, aku melepaskan Ben untuk sesuatu yang baik baginya.

Saat itu aku sadar, aku menyesal dan tak dapat menahan diri membayangkan kalau aku yang ada di sisinya.

Cinta lama itu ternyata masih tersisa. Bukan karena aku menginginkannya lagi. Aku hanya… masih punya rasa, dia pernah jadi yang teristimewa sebelum aku jatuh cinta kepada abangmu. Mungkin aku iri karena dia kini sudah bahagia, sedangkan aku masih mulai lagi menata semuanya. Aku ikut bahagia untuknya. Tentu saja. Memangnya pilihan apa lagi yang aku punya?

Dari situ, aku bertanya-tanya, mana yang lebih berat, perpisahan karena memang tak bisa lagi bersama atau perpisahan karena salah satunya harus pergi untuk selamanya? Ya, aku berpikir tentangmu, Jon. Sejak kali pertama cerita itu meluncur dari mulutmu, aku bertanya-tanya bagaimana rasanya? Bagaimana rasanya ditinggalkan ketika segalanya sudah disiapkan untuk memulai hidup bersama-sama?

Pasti, apa yang kualami tak berbanding dengan sakit yang pernah kaurasa. Sakitku, aku yang memilihnya. Sakitmu, adalah sesuatu yang tak pernah kauminta.

Aku hanya akan menanyakan itu sekali saja. Aku harap kamu mau menjawabnya. Aku ingin belajar percaya bahwa betapapun sakitnya melepaskan, itu harus terjadi untuk sesuatu yang lebih baik. Iya, kan?

Salam,

Tatyana


 

Surat-surat Tatyana dan Jonathan sebelumnya:

Surat Hari ke – 1: Halo, Tatyana
Surat Hari ke – 2: Kangen
Surat Hari ke – 3: Sakit
Surat Hari ke – 4: Jangan Sebut Namanya Lagi
Surat Hari ke – 5: Orang Lama dan Orang Baru
Surat Hari ke – 6: Sierra Tango Oscar Papa
Surat Hari ke – 7: Aku Tau, Tatyana
Surat Hari ke – 8: Karma
Surat Hari ke – 9: Tersenyumlah Tatyana
Surat Hari ke – 10: Haruskah Aku Memaafkanmu?
Surat Hari ke – 11: Jangan Khawatir, Aku Ada Untukmu

Tagged:

§ 9 Responses to cinta lama masih ada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading cinta lama masih ada at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: