bayang-bayang

16 Februari 2015 § 6 Komentar

Jonathan,

Tiada seorangpun yang pernah menginginkan jadi orang ketiga. Itu memang pilihan, karena opsi yang ada hanya mencintai atau tidak sama sekali. Aku memilih mencintai dia yang hadir sepaket dengan label sebagai orang ketiga. Tak pernah ada kesempatan untuk tawar-menawar. Tapi, seperti yang kamu bilang, ‘jatuh cinta tak pernah salah’. Aku pun tak pernah membayangkan suatu hari ada di posisi itu. Menjadi bayang-bayang orang lain.

Aku membaca suratmu berkali-kali, Jonathan. Maka, butuh waktu lama bagiku untuk menulis lagi untukmu. Meski mungkin yang aku bisa hanya mengucapkan terima kasih. Aku lega bisa mendengar semua itu darimu sendiri. Shara memang benar. Dan abangmu tidak pernah keliru.

Aku masih belum menemukan kalimat yang tepat untuk membalas semua yang kamu rasakan. Bisa saja aku mengatakan hal yang sama, mengaku-aku kalau aku mencintaimu. Akan tetapi, kamu tahu benar itu hanya omong kosong. Kamu tahu benar kalau kini cintaku masih teramat besar untuk abangmu.

Aku pernah bilang dan selalu mencoba untuk tidak menyakitimu, Jonathan. Sayangnya, sekarang aku baru menyadari sudah melukaimu lebih dari yang bisa aku bayangkan. Hari demi hari, aku makin menorehkan luka di dalam hatimu. Iya, kan?

Aku tidak ingin datang kepadamu hanya karena rasa bersalah sudah mengecewakanmu. Aku tidak mau datang dengan alasan karena kamu mencintaiku lebih banyak dan kamu akan menerimaku meski hatiku masih tertambat padanya. Aku tidak ingin datang dan memberi cinta yang tersisa sekarang dalam hatiku. Aku tidak mau menyilakanmu masuk dalam hatiku dan menjadikanmu bayang-bayang dari dia yang tak pernah bisa aku miliki. Aku akan datang kepadamu saat aku benar-benar siap memberikan semua, Jonathan.

Aku akan mencintaimu, Jonathan. Tapi bukan hari ini.

Apa kamu mempercayaiku?

 

Tatyana


Surat Hari ke – 1: Halo, Tatyana
Surat Hari ke – 2: Kangen
Surat Hari ke – 3: Sakit
Surat Hari ke – 4: Jangan Sebut Namanya Lagi
Surat Hari ke – 5: Orang Lama dan Orang Baru
Surat Hari ke – 6: Sierra Tango Oscar Papa
Surat Hari ke – 7: Aku Tau, Tatyana
Surat Hari ke – 8: Karma
Surat Hari ke – 9: Tersenyumlah, Tatyana
Surat Hari ke – 10: Haruskah Aku Memaafkanmu?
Surat Hari ke – 11: Jangan Khawatir, Aku Ada Untukmu
Surat Hari ke – 12: Cinta Lama Masih Ada
Surat Hari ke – 13: Sama Saja
Surat Hari ke – 14: Inglourious Basterds, Mereka, dan Kamu
Surat Hari ke – 15: Cinta Itu Memilih
Surat Hari ke – 16: Pilih Sendiri Jawabanmu
Surat Hari ke – 17: Aku, Mencintaimu

Tagged:

§ 6 Responses to bayang-bayang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading bayang-bayang at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: