pilihan

20 Februari 2015 § 4 Komentar

Jonathan, di suratmu yang lalu, kamu menulis:

“Kamu bisa memilih untuk menikah dengan siapa, namun kamu tak kuasa untuk menentukan jatuh cinta dengan siapa.”

Mengapa kita tidak bisa mendapatkan keduanya? Sebagian orang jatuh cinta kepada seseorang dan bisa menikahinya. Sebagian lagi jatuh cinta, tanpa bisa menikahinya, bahkan bisa bersama saja tidak.

Mengapa tidak membuat hati yang saling mencintai untuk bisa bersatu? Persetan dengan perbedaan, takdir, status, kesempatan, atau apalah. Tak seorang pun memilih jatuh cinta hanya untuk patah hati.

Sekarang kamu membawa hal ini pada pertimbangan yang rasional atau tidak. Bagaimana bisa mencintai jadi sesuatu yang rasional sementara kita nggak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta?

Kalau aku mau rasional, bisa saja dari awal aku bohong kepadamu. Aku pura-pura sudah melupakan dia dan langsung bersikap seolah-olah aku jatuh cinta kepadamu. Lagi pula, kata orang lama, cinta bisa datang karena terbiasa. Kemudian pelan-pelan aku bisa belajar menerima kehadiranmu dan mencintaimu.

Namun, aku tidak mau berpura-pura. Aku tahu ceritamu. Pedihmu ketika ditinggalkan Shasta. Semua kebaikanmu selama ini. Aku tidak ingin rasional kepadamu, Jonathan. Aku ingin jatuh cinta kepadamu.

Tatyana


 

Surat Hari ke – 1: Halo, Tatyana
Surat Hari ke – 2: Kangen
Surat Hari ke – 3: Sakit
Surat Hari ke – 4: Jangan Sebut Namanya Lagi
Surat Hari ke – 5: Orang Lama dan Orang Baru
Surat Hari ke – 6: Sierra Tango Oscar Papa
Surat Hari ke – 7: Aku Tau, Tatyana
Surat Hari ke – 8: Karma
Surat Hari ke – 9: Tersenyumlah, Tatyana
Surat Hari ke – 10: Haruskah Aku Memaafkanmu?
Surat Hari ke – 11: Jangan Khawatir, Aku Ada Untukmu
Surat Hari ke – 12: Cinta Lama Masih Ada
Surat Hari ke – 13: Sama Saja
Surat Hari ke – 14: Inglourious Basterds, Mereka, dan Kamu
Surat Hari ke – 15: Cinta Itu Memilih
Surat Hari ke – 16: Pilih Sendiri Jawabanmu
Surat Hari ke – 17: Aku, Mencintaimu
Surat Hari ke – 18: Bayang-Bayang
Surat Hari ke – 19: Jangan Biarkan Aku Menunggu Terlalu Lama
Surat Hari ke – 20: Mulai Mencintaimu
Surat Hari ke – 21: Pilihan

Tagged:

§ 4 Responses to pilihan

  • […] Surat Hari ke – 1: Halo, Tatyana Surat Hari ke – 2: Kangen Surat Hari ke – 3: Sakit Surat Hari ke – 4: Jangan Sebut Namanya Lagi Surat Hari ke – 5: Orang Lama dan Orang Baru Surat Hari ke – 6: Sierra Tango Oscar Papa Surat Hari ke – 7: Aku Tau, Tatyana Surat Hari ke – 8: Karma Surat Hari ke – 9: Tersenyumlah, Tatyana Surat Hari ke – 10: Haruskah Aku Memaafkanmu? Surat Hari ke – 11: Jangan Khawatir, Aku Ada Untukmu Surat Hari ke – 12: Cinta Lama Masih Ada Surat Hari ke – 13: Sama Saja Surat Hari ke – 14: Inglourious Basterds, Mereka, dan Kamu Surat Hari ke – 15: Cinta Itu Memilih Surat Hari ke – 16: Pilih Sendiri Jawabanmu Surat Hari ke – 17: Aku, Mencintaimu Surat Hari ke – 18: Bayang-Bayang Surat Hari ke – 19: Jangan Biarkan Aku Menunggu Terlalu Lama Surat Hari ke – 20: Mulai Mencintaimu Surat Hari ke – 21: Pilihan Surat Hari ke – 22: Pilihan […]

  • […] Lama Surat Hari ke – 20: Mulai Mencintaimu Surat Hari ke – 21: Pilihan Surat Hari ke – 22: Pilihan Surat Hari ke – 24: Aku Mencintaimu Surat Hari ke – 25: Aku […]

  • […] Lama Surat Hari ke – 20: Mulai Mencintaimu Surat Hari ke – 21: Pilihan Surat Hari ke – 22: Pilihan Surat Hari ke – 24: Aku Mencintaimu Surat Hari ke – 25: Aku Kecewa Surat Hari ke – 26: Titik […]

  • […] Lama Surat Hari ke – 20: Mulai Mencintaimu Surat Hari ke – 21: Pilihan Surat Hari ke – 22: Pilihan Surat Hari ke – 24: Aku Mencintaimu Surat Hari ke – 25: Aku Kecewa Surat Hari ke – 26: Titik […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading pilihan at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: