Baca chapter dari #TimeAfterTime!

6 Mei 2015 § 42 Komentar

Pada akhirnya, apa yang dimiliki hanya kenangan.

Lasja ingat kenangan pertama yang tercetak jelas di benaknya. Warnanya belum kabur. Seakan baru terjadi kemarin, alih-alih belasan tahun lalu. Pada hari pertama masuk sekolah dasar, Lasja diantar oleh Ayah. Bangunan tua dan kelihatan seram, cat warna cerahnya sulit untuk mengusir persepsi itu dalam benak Lasja. Ibu-ibu berdiri di luar ruang kelas satu—ruangan yang ia tuju. Tangannya menggenggam erat jemari Ayah. Di belakang dan menempel pada Ayah, Lasja berjalan. Memandangi halaman sekolah yang ramai oleh anak-anak dari kelas lebih tinggi.

Ia mau masuk kelas setelah dibujuk Ayah akan diajak main ke pantai. Teman sebangkunya anak perempuan malu-malu dengan rambut dikepang dua bernama Effie. Gurunya, seorang perempuan muda yang ramah dan sering tersenyum. Namun, semua itu masih menyisakan kegundahan di hati Lasja. Beberapa menit sekali, ia mengintip keluar, lewat jendela di dinding kelas yang berwarna putih. Ayahnya masih ada.

Tangisnya hampir meledak saat wajah familier itu lenyap di antara sederetan orangtua yang melongok ke dalam. Ia menjadi sulit berkonsentrasi pada gurunya. Lasja memegang pensilnya begitu erat. Ia mau terus ditemani Ayah. Tiba-tiba, ia berlari ke luar kelas sampai membuat gurunya kaget. Ia celingak-celinguk di depan kelas. Meneliti satu demi satu orang dewasa yang ada di koridor itu.

‘Lasja, ada apa?’

Ayah menghampiri Lasja, wajahnya tampak cemas. Meski begitu, senyum tetap tersungging di bibirnya.

Ayahnya ada. Tak ke mana-mana. Namun, bukan hari ini.

Lasja tersentak. Suara yang melontarkan pertanyaan itu seolah memanggilnya dari dekat. Ia mengamati sekeliling. Orang-orang berpakaian hitam berkerumun. Berkumpul di bawah pohon-pohon kemboja yang mekar dan udara pengap sore hari. Lasja menghela napas. Menyadari betapa erat genggaman Effie di lengannya. Sahabatnya itu terisak pelan, terus menyeka wajahnya sejak tadi. Ia menepuk punggung tangan Effie, menyebabkan sahabatnya menangis lagi. Lasja menggigit bibir. Matanya sendiri kering tanpa air mata.

“Kamu sabar ya, Sja.”

Ah, orang kesekian yang mengatakan itu kepadanya. Ia menoleh, menatap kenalan ayahnya. Lasja balas tersenyum. Itu lebih baik daripada melihat orang menangis.

Orang-orang yang berdiri di sekitar Lasja semua sudah dikenalnya. Teman-teman satu tempat kerja Ayah, tetangga-tetangga, beberapa teman Lasja, kecuali seorang perempuan yang berdiri agak terpisah dari kerumunan. Matanya terlindung kacamata hitam, sebagian mukanya tertutupi syal yang dikerudungkan di kepala. Lasja menyipitkan mata, menebak-nebak siapa perempuan itu. Seolah perempuan itu sadar sedang diperhatikan, ia berbalik. Melangkah anggun meninggalkan lahan pemakaman.

Mungkin, ia hanya salah satu teman Ayah yang tidak Lasja kenal.

Lasja menatap nisan hitam yang dipancang di permukaan tanah. Nama ayahnya tertera di sana. Di kepalanya, Ayah sedang tersenyum. Bayangan Ayah masih begitu jelas. Apa yang membuatnya ketakutan adalah kalau suatu hari ia tak bisa mengingat dengan jernih sosok Ayah.

Ia berharap perpisahan ini tak perlu terjadi. Ayah tak usah pergi. Semua itu tinggal angan-angan. Yang sekarang tersisa hanya kenangan-kenangan. Lasja menghela napas panjang. Andai ia diberi satu kesempatan untuk mengunjungi
salah satu kenangan itu. Sekali saja. Untuk menyatakan betapa ia mencintai Ayah.

Sekarang, seakan-akan momen-momen yang diputar dalam kepalanya itu, mulai bersuara. Lasja bisa mendengar panggilan Ayah untuknya berulang dan terus berulang. Tangis Effie perlahan pudar. Hanya Ayah yang didengar Lasja. Pesan yang terngiang lagi. Pesan yang belum sempat Lasja tunaikan. Pesan yang sebenarnya terdengar agak menggelikan.

‘Bubuhkan nama Han Solo di nisanku ya, Lasja.’

**

Time After Time sudah beredar di toko-toko buku dan online!

Time After Time sudah beredar di toko-toko buku dan online!

Paragraf-paragraf di atas adalah cuplikan dari novel terbaruku, #TimeAfterTime. Kenangan Lasja akan ayahnya adalah harta, sesuatu yang akan membawanya ke masa lalu untuk mengungkap sebuah misteri.

Baca cuplikan #TimeAfterTime dari @adit_adit di sini: http://bit.ly/1PoEbBa

GIVEAWAY DITUTUP! 

Baca-baca juga review #TimeAfterTime di Goodreads.

 

Salam,

Aditia Yudis (@adit_adit)

 

Tagged:

§ 42 Responses to Baca chapter dari #TimeAfterTime!

  • Dah mengatakan:

    “Jika kamu diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan milikmu, kenangan apa sih yang akan kamu pilih dan mengapa?”

    Saat saya masih kecil. Lupa kelas 2 apa 3 SD. Atau malah kelas 1 SD ya?

    Pokoknya saat itu saya masih tinggal di pinggiran Depok bersama keluarga saya. Sebelah rumah keluarga kami dihuni oleh keluarga yang terdiri dari empat orang. Kedua orang tua dan dua kakak-beradik. Berhubung usia kami dekat, saya (dan kakak-adik saya) berteman dengan kakak-beradik tetangga itu.

    Kami berteman baik, akrab, dan erat. Saya masih ingat kami sering menghabiskan waktu bersama. Kadang bermain di halaman, kadang di rumah saya, kadang di rumah mereka.

    Dan setiap bermain di rumah mereka … saya selalu melakukan kejahatan. Mungkin perkara kecil, tapi jelas apa yang saya lakukan ini kejahatan dan berdosa. Entah apa yang saya pikirkan ketika kecil sehingga melakukan hal … seperti ini. Saya sangat-sangat menyesal.

    Mereka selalu menawarkan kudapan yang mereka miliki, biskuit, jajanan, makanan ringan, apa pun yang ada di ruang depan. Kudapan itu kami makan bersama. Tapi, tanpa izin mereka, saya selalu membuka kulkas, mengambil kudapan yang tidak dibagikan dan masih tersimpan rapi di lemari pendingin. Menyelipkan kudapan itu dalam kantong atau langsung memasukannya penuh-penuh dalam mulut. Sedikit. Tapi selalu saya lakukan ketika bermain di rumah mereka.

    Selalu. Dan tanpa izin.

    Mungkin saya melakukannya karena penasaran rasa kudapan itu. Atau karena kudapan-kudapan dalam lemari lebih menggiurkan. Atau karena sederhananya saya jarang mengudap ketika kecil karena masalah ekonomi keluarga. Entahlah.

    Tapi jelas hal-hal tersebut tidak bisa membenarkan perbuatan saya. Sampai kapan pun.

    Lalu, saya harus pindah padahal saya belum sempat mengakui kesalahan saya. Saya sudah lupa nama mereka. Saya tidak pernah kembali ke lingkungan rumah itu. Saya benar-benar tidak berhubungan dengan mereka lagi.

    Dan dosa ini masih saya simpan hingga detik ini. Hingga detik di mana saya menuliskan pengakuan ini.

    Saya sudah meminta ampun kepada Tuhan. Tapi, saya rasa saya tidak akan pernah bisa memohon maaf kepada mereka.

    Nama: Wardah
    Twitter: @bungaoktober_

  • Nana mengatakan:

    Mauu!! Semoga beruntung. hehe

    kalau bisa kembali ke kenangan masa lalu, aku kepengin kembali ke masa-masa aku SMA dan memilih jurusan kuliah. Hehe. Ini bukan penyesalan sih, tapi lebih ke penasaran: “what if…?”

    Sejak kecil aku suka menggambar, mendesain baju, membuat komik, apa aja deh yang berkaitan dengan menggambar. Sayang, di keluargaku tidak ada yang bisa menggambar dan bekerja di bidang terkait hal itu. Aku juga dulu berpikir kalau menggambar itu sebaiknya jadi hobi aja, bukan pekerjaan, karena kalau jadi pekerjaan, maka keasyikannya akan berkurang. Lalu aku memilih kuliah hukum dan sekarang bekerja di bidang hukum juga. Sampai sekarang, aku masih suka membayangkan bagaimana kalau aku mengikuti hobi dan minatku dan kuliah di jurusan desain atau seni. Mungkin aku sekarang jadi desainer cover novel yang lucu dan manis atau malah lebih dari itu?

    nama: Martina
    Twitter: @_marsh113_
    Share twitter: https://twitter.com/_marsh113_/status/596174714512347137

  • Rahayu (@RiniCipta) mengatakan:

    Jika diberikan kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan, aku ingin mengunjungi di moment ulang tahunku yang ke-6. Ulang tahun pertama yang ku rayakan bersama teman-teman, ulang tahun yang memberiku sepaket hadiah -kenangan tentang suka dan duka-
    Seandainya aku bisa kembali, aku ingin mengatakan pada kedua orang tuaku, bahwa aku tidak menginginkan pesta itu. Aku membatalkannya, aku lebih baik merayakannya secara sederhana. Aku tidak ingin sekeluarga menjadi kerepotan. Terutama mama, seksi acara yang luar biasa sibuknya.
    Aku masih ingat, ketika mama tergopoh-gopoh membawa dua kresek besar yang berisikan makanan yang akan dibagikan kepada teman-temanku. Wajahnya sumringah, tapi terlihat memendam sesuatu. Mungkin kesakitan, kepedihan atau lainnya? Aku tidak paham saat itu.
    Pesta memang berjalan lancar sesuai dengan rencana, semua berbahagia terutama aku. Walaupun aku tidak tau apa makna pesta sesungguhnya.
    Keesokan harinya, aku bersama bapak dan mama pergi ke rumah sakit. Kami tidak akan mengunjungi sanak saudara yang sakit. Mama, wanita yang sangat bekerja keras untuk perayaan ulang tahunku kemarin lah yang bertemu dengan dokter. Mereka saling bercakap-cakap, hingga akhirnya aku tau bahwa mama keguguran setelah jatuh tertimpa motor saat mengambilkan makanan pesta ulang tahunku sehingga harus dikuret. Aku kehilangan adikku yang masih berupa gumpalan darah. Adik yang sangat kami nantikan. Mama mengalami perdarahan tetapi ia menyembunyikan semuanya selama aku bersuka cita.
    Hingga saat ini aku merasa bersalah, tapi juga bersyukur. Tak lama, mama bisa kembali hamil lagi dan melahirkan adikku dengan sehat dan selamat. Mungkin memang takdirnya, adik keduaku tidak lahir ke dunia ini :’)

    Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta

  • Rere mengatakan:

    “Jika kamu diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan milikmu, kenangan apa sih yang akan kamu pilih dan mengapa?”

    Aku ingin kembali ke waktu 5 tahun yang lalu. Waktu dimana aku dan orang yang saat ini menjadi mantanku masih berteman baik. Waktu dimana setiap hari kami bisa berbagi cerita apa saja, berdiskusi apa saja dan berbagi apa saja yang dirasa.

    Keputusan paling buruk yang pernah kuambil dalam hidupku adalah aku dan dia pernah memutuskan jadian. Kemudian dalam sekejap mata dia ninggalin aku karena ketidak beraniannya menghadapi orang tuanya yang tidak menyetujui hubungan kami. Dan yang bikin nyesek, semua karena aku adalah seorang janda.

    Sampai saat ini, kami masih sama-sama sendiri. Sama-sama diam karena dia diemin aku. Dan setiap kali aku mencoba berkomunikasi dengannya. Dia seolah tidak peduli. Keinginanku saat ini, sebenarnya simpel..ingin tetap berteman seperti dulu. Toh dulu kami adalah teman baik. Tapi ternyata niat baikku tidak diterima dengan baik pula sama dia.

    Mungkin, jika dahulu kami tidak jadian, saat ini mungkin kami masih baik-baik, semua masih baik2. Kami masih bisa berteman baik. Dan tidak perlu ada dua orang yang pernah menjadi teman baik kembali menjadi dua orang asing yang seolah-olah tidak saling mengenal.

    Nama : Rere
    Twitter : @itsamerere

  • mutimsc mengatakan:

    “Jika kamu diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan milikmu, kenangan apa sih yang akan kamu pilih dan mengapa?”

    Saya ingin kembali ke salah satu kenangan terindah saya. Hanya satu kenangan terindah tentang seseorang yang terindah dalam hidup saya. Kenangan itu ketika kami tersenyum bersama, tertawa bersama, bermain bersama, tanpa beban. Hari-hari yang begitu indah walaupun tidak sampai genap 6 bulan, namun saya sangat bersyukur dapat merasakannya dan melaluinya. Kenangan ini berlalu sekitar 5 tahun yang lalu saat kami masih sama-sama belia dan belum mengenal cinta, terutama saya. Karena saat ini kami sudah tidak lagi seperti itu, sudah jauh, sudah saling tidak mengenal, sudah saling membenci.

    Mengapa saya memilih untuk mengunjungi kenangan itu? Karena saya hanya ingin merasakannya lagi. Saya hanya ingin terseyum bersama, tertawa bersama, bermain bersama, tanpa beban bersamanya lagi. Kenangan yang mungkin tak akan terulang lagi kapanpun itu.

    nama : mutiara
    twitter : @mutimsc
    share twitter : https://twitter.com/mutimsc/status/596180398259867649

  • dianmayy mengatakan:

    Okay, it’s gonna be shameful. But, what I’m gonna tell you is the truth. Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

    Jadi kalo diberi kesempatan untuk mengulang waktu, saya ingin kembali ke masa-masa SMA 7 tahun yang lalu dimana kulit wajahku bersih, alami, dan sehat. Belum terkontaminasi kosmetika bermerkuri. Ironisnya, produk-produk bermerkuri itu berasal dari ibuku sendiri. Miris, bukan? Semua disebabkan kesalahan ibuku yang menyuruh anak-anak perempuannya menggunakan kosmetika itu tanpa diiringi pengetahuan mendalam produk apa yang beliau perintahkan untuk kami gunakan. Semua hanya karena diiming-imingi kulit putih mulit kinclong dalam waktu 1 minggu.

    Setahun terakhir ini saya berusaha lepas dari produk-produk kosmetik bermerkuri itu setelah mengetahui efek sampingnya dari berbagai media: televisi, surat kabar dan internet. Lepas total. Namun yang terjadi malah kulit mukaku yang sudah menipis (akibat terkupas selama bertahun-tahun) sangat rentan jewarat & flek. Noda-noda yang muncul sangat betah. Butuh berbulan-bulan untuk menghilangkan noda bekas jerawat. Dan ibarat pepatah: hilang satu tumbuh seribu. Begitulah yang terjadi pada kulit wajahku saat ini. Yang lebih memalukan lagi karena saya berkantor di gedung tinggi dan setiap harinya bertemu dengan orang-orang banyak. Bos-bos besar. Belum lagi komentar-komentar mereka yang bertemu saya setiap harinya. Telinga & hati ini menjerit setiap harinya. Rasanya ingin mengubur diri saja saking malunya. Dan hal ini terkadang bikin saya benci oleh ibuku sendiri. Benci sebenci-bencinya. Seandainya dia bukan orangtua saya, ingin rasanya saya menuntut dia atas kerusakan kulit mukaku dan atas semua yang terjadi pada saya saat ini.

    Jadi siapapun kalian yang membaca tulisan ini, terutama kak Aditya Yudis, sebagai seorang perempuan pasti mengerti curcol ini. Saya mohon doanya agar penyakit saya ini bisa segera pulih dan kulit muka saya bisa sehat kembali. Meskipun it takes time, tapi dibantu doa mungkin bisa sedikit memberi semangat.🙂

    Nama: Dian Maya
    Twitter: dianbookshelf
    Link share: https://twitter.com/dianbookshelf/status/596202371417407488

  • milaarn28 mengatakan:

    Wah kak adit ngadain giveaway >< mau bgt nih novel kak adit😀 sebenarnya aku mau jawab pertanyaan kak adit dari hati yah? semacem curcol #eh Tapi, ini beneran loh dari hati

    Bismillah ^^

    “Jika kamu diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan milikmu, kenangan apa sih yang akan kamu pilih dan mengapa?”

    Kenangan masa-masa saat aku masih kecil. Kenapa? karena kenangan masa kecilku itu sangat berharga. Aku bermain dengan siapa saja pada masa itu, tidak memandang ras, agama dll semuanya mengalir dalam satu ikatan "pertemanan". Hal yang sangat sulit untuk di temui di zaman sekarang ini, bahkan, untuk mencari teman dan mengobrol dengannya saja aku berfikir dua kali. Apa dia orang baik ya?, Dia kan orang berada, emang mau temenan sama aku?. Kalau dia sombong gimana ya?. Ketakutan-ketakutan itu membuatku harus selektif memilih teman di zaman sekarang ini. Beda bukan zaman dulu dan zaman sekarang? Bukan hanya itu saja, dari segi pandangan lain juga zaman anak-anak pada waktuku sangatlah tentram. Tontonan tv yang khusus untuk anak-anak pada usiaku. Juga, kartun-kartun anak-anak yang memberi banyak pelajaran berarti untuk anak-anak. Kayaknya kalo di sebutkan satu-satu aku masih hapal sampai sekaran😄. Bebeda dengan tontonan TV zaman sekarang, yang di beberapa saluran menurutku, tidak layak untuk anak-anak. Bukan maksud mengkritik sih, hanya saja menurut pandanganku. Kemana lagu-lagu anak?:( , sekarang tergantikan dengan lagu-lagu percintaan huhu sedih T,T . Lagu naik-naik ke puncak gunung, burung kakak tua dll seperti menghilang di telan zaman.Aku ingin kembali ke masa itu. Masa dimana aku bermain dengan puas, mempunyai banyak teman, dan bercanda gurau dengan mereka, itu waktu tahun 2000 an loh😀 15tahun lalu. Kalo diinget-inget kenangan itu, suka senyum-senyum sendiri haha maap #flashback :<

    "Kenangan yang indah akan selalu terkenang di hati ini"
    Sebaliknya kenangan yang buruk buang aja kelaut "
    😀 #justkidding

    Nama : Mila Rhmatunnisa
    Twitter : @milehyaa
    Link Share : https://twitter.com/milehyaa/status/596259450442252289

  • bimorafandha mengatakan:

    “Jika kamu diberi kesempatan untuk
    mengunjungi salah satu kenangan
    milikmu, kenangan apa sih yang akan
    kamu pilih dan mengapa?”

    Waktu pengumuman kelulusan SMP.

    Saat itu, kali pertama aku liat mama menangis di atas panggung sambil memegang hasil ujianku yang jadi juara 4 umum. Saat itu juga kali pertama aku liat papa yang antusias mengeluarkan ponsel berkamera bututnya untuk mengabadikan momen sambil tak hentinya tersenyun. Saat itu juga, kali pertama aku merasa berguna dan menjadi anak yang paling membanggakan untuk mereka.

    Jika boleh, aku ingin kembali ke sana dan merasakannya (lagi). :”)

    nama : bimorafandha
    twitter : @bimorafandha

  • Amanda Wahyu Nandhita mengatakan:

    “Jika kamu diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan milikmu, kenangan apa sih yang akan kamu pilih dan mengapa?”

    – Kenangan waktu SD. Waktu di mana kali pertama kita bahagia banget bisa nyebut diri kita sebagai sahabat bagi orang lain. Waktu di mana saat kita bisa beli buku banyak banget bareng orang tua kita. Waktu di mana kita bisa cie-cie’an waktu suka sama seseorang. Waktu di mana kita makan segala jenis makanan dan minuman dan belopotan tapi tidak memalukan justru menyenangkan. Dan tentunya, waktu di mana pelajaran matematika masih dapat ‘dipergunakan’ dalam kehidupan sehari-hari.
    – Mengapa? Karena saat SD adalah saat-saat kita masih terlalu polos untuk mengenal dunia ini dan segala macam ‘isinya’. Dan jika diingat-ingat lagi betapa lucu dan menyenangkannya bisa kembali pada masa itu, dengan melakukan segala hal yang polos dan apa adanya, tanpa kepura-puraan.

    Nama; Amanda Wahyu Nandhita
    Twitter; @TataNandhita

  • Eni Lestari mengatakan:

    “Jika kamu diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan milikmu, kenangan apa sih yang akan kamu pilih dan mengapa?”

    kenangan waktu beli martabak bareng ayah. ehm gak cuma pas beli martabak sih aslinya. intinya tiap momen aku sama ayah. kenapa aku milih itu? karena dengan kondisi ayah sekarang, rasanya gak mungkin lagi bisa pergi ke mana2 bareng ayah. beberapa waktu lalu, ayahku kena stroke. kondisinya sih sudah membaik, tapi kakinya jadi pincang. gak mungkin lagi bisa naik motor seperti dulu. sejak ayah stroke, ke mana2 aku selalu sendiri. dulu, tiap pergi ke mana pun aku selalu minta dianterin ayah😦 sampai sekarang, tiap liat anak sama bapaknya naik motor bareng, aku jadi agak iri. kalo bisa, pengin banget mengulangi masa2 ketika ayahku masih sehat seperti dulu😦

    Eni Lestari
    @dust_pain

  • dabelyuphi mengatakan:

    “Jika kamu diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan milikmu, kenangan apa sih yang akan kamu pilih dan mengapa?”

    Kenangan saat-saat aku masih SMA. Karena di saat itu aku bisa mempelajari arti hidup, persahabatan, dan cinta yang sebenarnya. Dan sat SMA itulah aku merasakan banyal hal yang bahagia.

    Awalnya dulu pas ingin masuk salah satu SMA favorit di kotaku itu, aku sedikit ragu, karena jaraknya yang cukup jauh dari rumah sekitar 8km. Terlebih karena aku mempunyai disabilitas yang tidak memungkinkanku beraktifitas tanpa bantuan orang lain. Tapi karena dorongan dari guru-guru SMP dan orang tua serta teman dan keluarga aku bisa masuk kesana dan termasuk peringkat 3 besar.

    Aku bersemangat masuk sana karena ada salah satu teman baikku yang ingin masuk ke sana juga.. Namun sayang, nilainya tidak lolos karena persaingan yang cukup ketat.

    Pada awalnya aku sedikit down dan minder karena ketidakmampuanku dan sifatku yang pendiam jadi sedikit sulit mendapat teman baru. Tapi seiring berjalannya waktu, aku mendapat banyak teman baru dan banyak juga yang membantuku saat aku mengalami kesulitan. Bahkan mereka tidak membedakan sikap mereka padaku.

    Di saat-saat itulah akhirnya aku merasa aku begitu dihargai tanpa melihat kekuranganku.

    Nama: Wening Purbawati
    Twitter: @dabelyuphi
    Link Share: https://twitter.com/DabelyuPhi/status/596471863544446976

  • eny mengatakan:

    saat kelas 4 sd

    andai saja aku kembali pada waktu itu. Aku tidak akan mengambil uang 20.000 di jalan.

    Entah kenapa setelah mengambil uang itu keluarga saya jadi sial. Apakah uang itu tumbal atau apa ,padahal uang itu aku ambil dari rumah orang kaya didepan rumah itu banyak orang pada duduk . Anehnya tak ada yang mau mengambil uang itu, alhasil uang itu aku ambil.

    @enythxz

  • Mutiara Irma K mengatakan:

    “Jika kamu diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan milikmu, kenangan apa sih yang akan kamu pilih dan mengapa?”

    aku ingin kembali ke masa kecilku, masa 10 tahun yang lalu.. Kenangan yang tidak akan terulang lagi saat ini.

    sewaktu kecil, aku bermain bersama kakak ku yang hanya berbeda 10 bulan dari ku. Kami di anggap kembar, karena aku satu angkatan dengan kakakku. hari-hari kami lewati bersama seperti bermain sepeda, kelereng, bola sepak dan masak-masakan.

    aku dan kakak sering berkeliling-keliling sekitar perumahan, biasanya saat hujan kami bermain berkejar-kejaran, petak umpet hingga ketika kakak mempunyai mobil remote aku juga memilikinya

    jujur saja, dulu aku orangnya sangat cengeng. jadi setiap aku menangis karena terjatuh atau di bully temen satu sekolah. kakak datang seperti pahlawan dan menyelamatkan ku dari perkataan orang-orang.
    aku juga selalu curhat dengan nya tentang hari-hari ku karena kami tidak satu sekolah saat SD

    Namun semuanya berubah semenjak SMP. kakak menjadi anak yang tidak bisa di atur, ia sering pulang terlambat, bolos dari les dan bermain playstasion ketika malam hari. ia pun sering lupa mengerjakan tugas karena terlalu banyak bermain dan tidak pernah belajar.

    sikap kakak juga berubah, ia tidak pernah perhatian lagi padaku. sekarang ia lebih perhatian dengan pacar barunya.

    aku sedih karena kakak sudah berubah, padahal dulu kami seperti perangko yang tidak bisa di pisahkan.
    aku sangat berharap bisa kembali ke masa itu. masa dimana aku dan kakak bisa pergi bersama dengan canda tawa, keseruan dan keakraban.

    aku benar-benar ingin peristiwa masa kecil ini kembali
    semoga dengan membaca #TimeafterTime kejadian itu bisa ku nikmati lewat khayalanku

    Nama : Mutiara irma khairunnisa
    Twitter : @mutiarairma1
    Link share : https://twitter.com/mutiarairma1/status/596493601854464000

  • Anastasye Natanel mengatakan:

    Ini kembali ke awal September 2010. Justru karena aku nggak punya kenangan apa-apa di sini makanya pengin kembali ke hari di mana papa meninggal. Aku pengin pergi ke malam sebelum papa terkena serangan jantung. Pengin meluk dan bilang ‘I love you, Dad’ lalu melepaskan semua penyesalan yang ada. Karena sampai sekaran sesal itu terus menghantui. Sesal seorang anak yang datang saat papanya sudah di dalam peti.

    Nama; Anastasye Natanel
    Twitter: @naztaaa
    Link share :https://twitter.com/naztaaa/status/596622623867449344

  • Arief Maulana mengatakan:

    “Jika kamu diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan milikmu, kenangan apa sih yang akan kamu pilih dan mengapa?”

    Kenangan bersama ayah. Ayah saya dulu selalu bekerja di luar kota dan hanya pulang di hari minggu malam. Saya ingin kembali ke satu minggu dimana ayah pulang dan mengajari saya naik motor di jalanan. Mengajari saya untuk berputar arah atau mengurangi kecepatan. Dan memeluknya setelah selesai dari belajar menaiki motor. Saya sendiri tidak punya kenangan yang lebih indah daripada kenangan saat ayah saya meluangkan sedikit waktunya untuk saya seorang.

    Sampai satu minggu malam yang lain, ayah saya tidak pulang. Senin siang, saat saya masih di sekolah, saya disuruh pulang oleh pihak sekolah. Ayah pulang. Benar-benar pulang. Membawa hidupnya dan meninggalkan keluarganya di bumi. Tidak ada lagi waktu yang bisa diparuh untuk keluarga. Waktu ayah dihabiskan hanya untuk Tuhan sekarang.

    Saya tidak benar-benar percaya waktu dapat begitu berharga saat kita tidak bisa mendapatkan waktu itu sendiri lagi. If you’re reading this, and you still have parents, show them that you love them.🙂

    Nama: Arief
    Twitter: @ariefmaulan

  • Arnes mengatakan:

    7 Maret 2013. Waktu itu aku dalam perjalanan pulang setelah mengunjungi ayahku yang berada di Salatiga. Mobil travel yang kutumpangi mengalami mogok, aku dan penumpang yang lainnya turun dan beristirahat di sebuah mushola.
    Saat itu ada seseorang yang mengajakku mengobrol, aku nenyebutnya kakak bertopi eiger. Hanya dia yang langsung tahu apa yang sedang kualami dan tidak sungkan-sungkan mengutarakannya (saat itu aku masih di kondisi yang memalukan, hanya beberapa orang terdekatku saja yang tahu masalahku, tapi dia berbeda, dia segera tahu). Dia bertanya kemana tujuanku, aku menjawab kota yang kutinggali. Saat aku balik bertanya, dia dengan santainya menjawab tidak tahu harus kemana. Dia lebih banyak diam setelah itu, menghabiskan beberapa batang rokok.
    Sampai sekarang aku masih mengingat dia, juga penasaran. Kenapa dia mengajakku mengobrol malam itu, kenapa dia terasa tidak asing dan kenapa dia seakan berada dalam sebuah pelarian.
    Apakah masalah dia sudah selsai? Apakah kini dia sudah menemukan tujuan akhirnya?
    Dan apakah dia masih mengingatku? Aku selalu mengingatnya dan mencarinya, berharap kembali bertemu di sebuah perjalanan pulang, selalu.

    Arnes, @arneeess

  • Anisa Aulia mengatakan:

    kalau aku punya kesempatan buat ngunjungin salah satu kenangan aku adalah waktu aku SD. seandainya dari waktu SD aku gak males belajar, mungkin kesempatan aku sekarang makin besar menuju kesuksesan. meskipun aku tau, gak ada yang namanya terlambat untuk memulai sesuatu. Tapi aku ingin aku bisa jadi anak yang membanggakan waktu aku SD.

  • ranitaoktavia mengatakan:

    “Jika kamu diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan milikmu, kenangan apa sih yang akan kamu pilih dan mengapa?”

    Kenangan yang ingin aku kunjungi saat ini yaitu masa-masa SMA karena disana aku menemukan makna persahabatan yang sesungguhnya. Kebersamaan yang erat. Rasa yang kuat.
    Bahkan setelah berbulan-bulan berpisah belum ada yang bisa menggantikan mereka. Teman saat bahagia memang banyak, tapi teman saat duka itu yang sulit di dapat. Dan sampai saat ini hanya saat masa-masa SMA-lah aku menemukan hal itu.

    Nama : Ranita Oktavia
    Twitter : @ranita_oktavia

  • Anggun Prameswari mengatakan:

    “Jika kamu diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan milikmu, kenangan apa sih yang akan kamu pilih dan mengapa?”

    Aku akan mengunjungi masa awal-awal aku mengenal seorang lelaki yang menjadi “my favorite mistake”. Segala keputusan percintaan yang salah kubuat pada masa itu. Mulai dari backstreet dari orangtua, memisahkan diri dari teman-teman, mengorbankan pendidikan dan karir menulis, sampai menutup jalan menjadi pribadi yang lebih baik hanya demi menyenangkan ego lelaki itu. Butuh bertahun-tahun aku lepas dari dia, itu juga melewati drama yang menguras energi dan emosi. Setelah benar-benar lepas darinya, aku sadar aku sebenarnya korban kekerasan terhadap perempuan. Cuma egoku terlalu tinggi dan rasa maluku terlalu besar untuk bisa mengakuinya.

    Kalau benar aku bisa kembali, aku tentu tidak ingin mengubah apa-apa. Karena toh semua yang sudah terjadi telah membentuk karakterku sekarang, termasuk memperkaya pandanganku sehingga aku bisa berbagi dalam bentuk tulisan fiksi.
    Aku cuma pengin bilang sama aku versi muda itu satu hal:
    Tetap kuat, ya. Jangan patah di sini. Karena kamu adalah perempuan yang kuat, yang kelak menguatkan perempuan lain.

    Nama: Anggun Prameswari
    Twitter: @mbakanggun
    Link share: https://twitter.com/mbakanggun/status/597220613690765312

  • Dellavera Agina Rizka mengatakan:

    “Jika kamu diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan milikmu, kenangan apa sih yang akan kamu pilih dan mengapa?”

    pasti banyak kenangan yang tak terlupakan dimasa lalu ku, tapi ada satu kenangan yang meyimpan banyak cerita bagiku.
    yaitu disaat masa SMP . dimana aku benar-benar menemukan arti sahabat yang sebenarnya, dan dimana aku bertemu dengan atau mungkin bisa dibilang dia “my first crush” haha..

    aku sangat merindukan masa-masa itu , 3 tahun bagiku tak cukup untuk bercanda, berseteru, dan bergosip dengan mereka. teman-temanku yang mengerti dan menerima satu sama lain diantara kita.

    sedangkan untuk my first crush, moment-moment kelas 7 itulah yang sulit tuk kulupakan, hehehe..
    walaupun aku tak pernah atau mungkin takkan pernah menjadi milikmu.

  • Isna Farhatina mengatakan:

    “Jika kamu diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan milikmu, kenangan apa sih yang akan kamu pilih dan mengapa?”

    Saya tak tahu peristiwa ini terjadi pada tahun berapa. Seingatku dulu aku masih berusia 8 tahun. Usiaku yang masih terlalu kecil untuk menangisi seseorang. Waktu itu aku punya sahabat yang sangaaaaaat dekat dan sudah kuanggap sebagai saudara. Kami selalu bermain bersama-sama, makan bersama, dan semuanya kami lakukan bersama-sama. Kenangan terakhirku bersama dia adalah ketika aku membeli dua buah pisang goreng plus remah-remahnya. Sengaja gak aku bagi dengan dia. Aku makan sendiri. Tapi, tiba-tiba dia datang kerumahku dan memakan satu buah pisang goreng dan remah-remahnya. Memang sih sahabatku itu badannya tambun banget, dan kalau urusan makan ya nomer wahid. Namanya juga masih anak kecil, kontan saja aku nangis. Mama yang denger tangisanku lalu menggendongku masuk kedalam dan menyuruh Jihan (nama sahabatku itu) untuk segera pulang. satu hari setelah itu, aku gak mau ketemu dia lagi (karena masih sebel. hehe) xD dan malamnya, papa meminta kami sekeluarga untuk pindah kota. Alhasil, sampai sekarang aku gak ketemu Jihan lagi. Sekarang umurku 17 tahun, dan aku baru mengetahui kalau Jihan telah meninggal karena obesitas. Waktu aku berziarah kerumahnya didaerah Semarang, mamanya memberikanku sepucuk surat yang ditulis Jihan untukku berisi permintaan maafnya karena telah memakan pisang gorengku. Hati siapa yang gak sedih sih ddenger berita duka sahabatnya sendiri telah meninggal dan aku gak bisa bertemu selama-lamanya. Maafkan aku sahbataku. Tenang disana ya:’) aku ingin mengulang tahun itu, dan seharusnya aku tidak mendiamkan Jihan karena masalah sepele. Lalu mengajaknya bermain bersama, kembali.

    Nama: Isna Farhatina
    ID Twitter: @isnastarr

  • Tasya Permata Sanjaya mengatakan:

    Kenangan yang aku pilih untuk ku mengunjungi adalah kenangan sewaktu awal les .Soalnya bisa melihat dia tersenyum dari kejauhan saja aku sudah cukup merasa bahagia walaupun tak bisa memilikinya. aku tidak tahu mengapa aku suka dengannya. Aku ingin kembali dimana aku dan dia berjalan berlawanan arah dan kami tidak sengaja saling melirik. Aku ingin kembali mengulang waktu saat dia duduk didepanku dengan tersipu malu karena teman-temanku terus saja meneriaki kata yang sangat tidak asing ditelingaku “cieeeee” . Aku tahu dia juga mendengarnya dan kemudian menengok kearahku. Dengan cepat aku langsung menundukkan kepalaku. Ingin rasanya kembali kemasa-masa seperti itu. Semoga aku dipertemukan dengan dia lagi.aamiin

    Nama : Tasya Permata Sanjaya
    Twitter : @tasyatasa_

  • Aya Murning mengatakan:

    ingin kembali ke masa saat aku mulai menapaki kelas 2 SMA dulu. kalau bisa aku tidak usah dipilih masuk ke kelas yang itu. selain karena wali kelasnya itu bukan guru yang kusuka dan para penghuninya yang berkafilah sendiri-sendiri alias punya gank masing-masing (tidak berbaur), ada satu peristiwa yang sangat ingin kuhilangkan.

    wali kelasku adalah guru biologi dan beliau itu wanita cukup tegas saat menangani murid-muridnya. suatu hari aku terheran mengapa teman-teman sekelasku sibuk membolak-balik buku tulisnya sebelum si guru datang. ternyata ada PR biologi pilihan ganda dan esay. sebelumnya aku sama sekali tidak tahu kalau ada PR dan tidak memungkinkan lagi untuk menulisnya saat itu. beliau sudah keburu datang lalu langsung memeriksa satu persatu di meja murid secara bergilir. aku deg-degan menunggu giliran. dodolnya, aku sungguh pengecut karena saat mendekati giliran aku malah nekat ngacir ke WC tanpa izin guru lebih dulu. di sisi lain karena aku memang kebelet, tagang, dan mau bersihin ‘cendol’ di hidungku. kupikir dengan aku ngacir ke WC maka si guru tidak akan mengoreksi bukuku dan tidak mengintrogasiku. ternyata salah. temanku menyusul ke WC, katanya aku dicari dan dipangil oleh bu guru serta menyuruhku kembali ke kelas segera. kemudian aku semacam ‘dipermalukan’ di depan kelas oleh si guru. aku minta maaf pada beliau tapi aku masih diocehi sampai aku down. perlakuan si guru tidaklah kasar tapi ucapannya membuatku ingin pingsan. belum cukup gusar yang harus kutanggung karena disaksikan oleh teman-teman sekelasku, di tambah lagi beliau menyuruhku berdiri di pojok depan kelas sambil mengangkat satu kaki dan menjewer kuping sendiri hingga jam pelajarannya selesai. Oh, malunya setengah matik! anak SMA masih diperlakukan seperti sedang menghukum anak SD. sekuat tenaga aku tahan air mata supaya tidak sampai tumpah dan tidak dikira aku ini minta belas kasihan. belumlah 5 menit berlalu, beliau memintaku duduk kembali ke bangku. entah apa yang ada dipikirannya sehingga ia membebaskanku dari hukuman. mungkin beliau kasihan atau apa, aku tidak tahu. sepanjang sisa jam pelajarannya, aku tidak berani menatap ke mana pun, cuma bisa menunduk sambil memperhatikan text book. rasa malu itu tidak tertahan dan air mataku setetes demi setetes meluncur diam-diam.

    kejadian itu memang sudah lama, tapi malunya itu tidak pernah bisa terlupa. bahkan sampai sekarang tiap aku bertemu dengan teman-temanku yang sekelas waktu itu masih ada rasa malu yang tertinggal. ada rasa sungkan untuk bercengkerama secara luwes dengan mereka. seperti aku melihat sesuatu di mata mereka kalau mereka selalu mengingat kejadian itu jika bertemu denganku. aku merasa seperti sudah dicap sebagai “murid pengecut” oleh mereka.😥

    ini memang memalukan tapi sungguh jadi pelajaran yang mahal bagiku sendiri. jika benar aku bisa mengulang ke masa itu, minimal sehari sebelum hari H aku akan menghubungi temanku dan memastikan lagi ada PR apa saja untuk besok supaya bisa langsung aku kerjakan dan tidak harus mengalami kejadian itu karena aku lelah menanggung malu yang ‘tersamarkan’ selama ini.

    Nama: Aya Murning
    Twitter: @murniaya

  • Iyas mengatakan:

    Kalau bisa kembali ke kenangan masa lalu dan bisa diulang, aku lebih ingin aku kembali ke usia balitaku (sekitar umur 2 tahun). di mana kasih sayang semua orang di sekelilingku masih tercurah padaku tanpa berpikir aku udah dewasa dan bisa mengatasi sendiri semua masalahku.
    aku ingin kembali di masa itu, di saat bapakku masih kuat menggendongku di pundaknya, nenekku masih sehat bugar, mamaku masih cantik jelita dan tak ada guratan-guratan dimakan usia di wajahnya…
    Saat tiap weekend selalu aku habiskan untuk bersama keluarga dan yang ada di otakku hanya main dan main😀 bukan masalah orang dewasa yang kian hari kian terasa berat seperti sekarang…

    thanks kak kesempatannya🙂

    Dias Shinta Devi
    @DiasShinta
    link : https://twitter.com/DiasShinta/status/597548927223631872

  • Maila mengatakan:

    Jika kamu diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan milikmu, kenangan apa sih yang akan kamu pilih dan mengapa?

    Saat saya membaca pertanyaan ini, jujur saya bingung sebab terlalu banyak kenangan yang berhasil membuat saya menyesal-mengapa saya tidak berbuat yang paling sempurna kala itu-.

    Dan ketika berfikir, tiba-tiba saya mendapat BBM dari seorang sahabat dekat saat SMA dulu yang bisa dibilang semenjak lulus kami jadi lost contact.

    Isinya sederhana, hanya sebuah lampiran gambar dan sebuah kata

    https://mailaulia.wordpress.com/2015/05/11/menyentuh-lebih-banyak-lagi/

    ”lo emang tai,Mai”

    Dan saya hanya bisa mengernyitkan dahi, diam dan berfikir, dan hei,,,saya bahkan lupa pernah menulis seperti itu.

    ***
    Saya memiliki sebuah sifat buruk yaitu suka ikut campur urusan orang, sok tau, sksd, ibu2 rempong tapi juga pendiam dalam 1 waktu. Pasti pernah kan mengenal orang yang bertipe seperti itu di sekitar kita?

    Ada beberapa orang yang senang dengan sikap ikut campur dan repot ini namun ada juga yang membenci. Namun dalam beberapa hal, saya mengamati bahwa yang senang dengan sikap saya ini, mereka merasa jadi terbantu.

    Ibaratnya seperti ini, ada beberapa orang yang susah untuk membuka percakapan dan mulai bergaul dengan orang lain. Dan kehadiran saya yang sok akrab, sok ikut campur dan ribet ini kadang membantu mereka untuk akhirnya berani mulai berbicara.

    Salah satunya kepada sahabat saya itu. Ia termasuk anak pendiam, pintar dan cantik tetapi susah untuk bergaul dengan orang lain. Namun sejak kami berteman dan saya dekat dengannya, ia menunjukkan hasil yang cukup baik dan jadi sedikit percaya diri untuk bergaul dengan orang lain.

    ***

    ”lo tau mai? sekarang udah masuk semester 3 nih. dan gue ada rencana ambil kuliah malem, paginya mau kerja bantu-bantu emak gue. dan lo tau lagi mai, gue masih susah bergaul dengan orang-orang meskipun pacar gue sekarang senior dan ketua panitia kebaktian gue. dalam beberapa situasi, gue masih selalu berharap kalau ada lo di sekeliling gue, yang bisa dengan mudah memecahkan ataupun menciptakan obrolan. gak tau kenapa ya mai, susah buat beramah tamah kalau ada orang yang nyapa gue. trus yaudah kalau gue judesin mereka langsung kabur. nggak kayak lo yang nggak nyerah trus tetep sksd tapi ujung2nya seru.tapi sekarang udah mendingan sih mai, gue udah mencoba untuk berani ngomong meskipun kadang susah. dan kadang kalau gue merasa stuck banget karena menurut gue, gue terlalu jutek- gue tinggal buka dompet, baca tulisan dari lo, dan jadi lebih baik lagi.
    lebay ya?wkwk lo yang ngajarin ye :p
    kangen mai, main kerumah doong :(”

    Saya langsung menangis. sedikit terharu tetapi juga tidak percaya bahwa sikap dan sifat saya semasa SMA dulu ternyata ”membuahkan hasil”

    ***

    Jika kamu diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan milikmu, kenangan apa sih yang akan kamu pilih dan mengapa?

    Jika aku diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan, mungkin aku ingin memilih kembali saat masa-masa sekolah.

    Aku akan mengatakan kepada diriku untuk menutup telinga bila ada yang mengatakan ”nggak usah sok ikut campur” selama itu masih dalam hal yang positif.

    Aku akan memasuki lebih banyak hati milik orang-orang. Akan kusentuh mereka dengan kebaikan-kebaikan yang kumiliki, kehangatan persahabatan, kepercayaan diri.

    Akan kudekati lebih banyak orang-orang yang pendiam dan tidak bisa berbaur dengan orang lain, akan kuajak mereka berbicara agar mereka tau dan sadar dan merasa berharga-karena keberadaan mereka disadari.

    Sebab dulu, sepertinya aku memilih-milih orang yang akan kudekati😥

    Dan seandainya dulu banyak hati yang aku masuki, mungkin akan lebih banyak orang-orang disekitarku yang memiliki kepercayaan diri dan keyakinan bahwa diri mereka berharga untuk orang lain, ya semacam itu.

    Ini juga memiliki efek yang baik untukku. Kebetulan setelah lulus SMA sampai sekarang aku belum bisa kuliah, jadi harus bekerja dan kebetulan aku mendapat rekan kerja yang usianya jauuuuh diatasku. Obrolan mereka sudah seputar pernikahan, pensiun dan bahkan cucu; Kerap membuatku pusing.

    Dan kejutan tak terduga dari seorang teman lama yang “masih mengingat” hal-hal baik yang kita lakukan di masa lalu seperti ini, membuat hari saya lebih baik lagi dan bersemangat dalam menjalani hari-hari kerja yang bisa dibilang cukup membosankan hhhh

    Dan, yaaah.
    ternyata menyebar kebaikan itu menyenangkan🙂

    Maila’ul Izza annabiila
    @mailaul
    https://twitter.com/mailaul

  • Marisa mengatakan:

    Saya ingin kembali ke masa dimana saya masih bisa merasakan hangatnya sebuah pelukan dari seorang ayah, dibelikan mainan saat beliau pulang kerja, bermanja manja dengannya, bermain bersamanya. Karena pada masa itu saya bebar benar merasakan hangatnya kasih sayang yg beliau berikan. aku rindu ayah, rindu hangat pelukannya, rindu akan sikapnya utuk memanjakanku.

    Marisa
    @chacha_friends

  • Bintang P A mengatakan:

    “Jika kamu diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan milikmu, kenangan apa sih yang akan kamu pilih dan mengapa?”

    Ingin sekali kembali ke masa lalu. Dimana ada banyak sekali kenangan yg tidak bs sy lupakan. Kenangan itu mebghadirkan kerinduan yg mndlm bagi saya. Kenangan itu menimbulkan senyum bahagia disaat sy mencoba utk kembali mengingatnya. Kenangan tersebut adalah disaat Tuhan msh mengijinkan sy brsm org yg sy sayangi, Pakdhe sy. Saya dr kecil sdh diasuh olh kluarga pakdhe. Sy hdup jauh dg kluarga. Bhkn smpai skrg pun sy msh tinggl di rmh Pakdhe saya. Nmn, pkdhe sy tlh mninggl 3 th lalu. Skrg sy hny dg budhe, ber2. Dulu wktu pkdhe msh hdup beliau sgt baik thd sy. Satu kisah hr itu dia panen di swh orang. Wktu makan siang, beliau mndpt lauk ayam goreng. Tp bliau enggan utk memakanny. Dia mmbngkus ayam itu dg sbuah plstik dan mmbwany ke rumah utk lauk makan saya. Wow, sy bruntung hdup brsm dia. Dia sgt baik thd saya. Lalu, knp saya ingin kmbli ke momen sprti itu? Jawabannya, krn wktu spnjang 3 th ini sdh ckup lama bagi sy utk merindukannya. Rindu ini tk dpt dibendung

    Nama: Bintang Permata Alam
    Twitter: @bintang_ach

  • Ratih Cahaya mengatakan:

    Saya memiliki ssahabat bernama Sarra. Rumahnya tepat di samping rumah saya. Sepanjang ingatan masa kecil saya, saya banyak menghabiskan waktu bersamanya. Meskipun ada anak-anak lain sepantaran saya, saya merasa lebih nyaman bersama dengannya.

    Saat kami sama-sama kelas 6 SD, Sarra terkena penyakit liver. Dia sempat koma dan dirawat berbulan-bulan di rumah sakit. Alhamdulillah, kondisinya membaik dan dia bisa beraktivitas seperti sedia kala.

    Menginjak SMP, saya bersekolah di sebuah sekolah asrama yang jauh dari rumah. Hal itu mengurangi keakraban kami, karena saya hanya pulang setahun dua kali. Waktu liburan pun lebih banyak saya habiskan dengan keluarga dibanding teman.

    ketika naik kelas 2 SMP, saya mendengar kabar kalau penyakit Sarra kambuh lagi. Dia kembali dirawat di rumah sakit. Ketika saya pulang di libur Ramadhan, Sarra telah kembali sehat, hanya saja tidak tinggal di rumahnya, melainkan di rumah saudaranya.

    Ketika Sarra kembali ke rumahnya, saat itu sudah H-2 saya harus kembali ke sekolah. Saya ingat betul, ibu saya menyuruh saya untuk menjenguk Sarra, namun saya tolak karena saya sibuk mengerjakan PR dan packing barang. Lagipula waktu itu saya pikir, toh dia tinggal di sebelah rumah, kapan-kapan juga bisa ketemu lagi.

    Dua minggu berlalu, dan saya kembali sibuk dengan aktivitas sekolah. Suatu malam, saya mendapat telepon dari Ibu yang mengatakan kalau Sarra telah meninggal. Waktu saya mendengar kabar itu, rasanya tidak percaya. sSaya merasa ada lubang gelap di bawah kaki saya, yang memaksa saya masuk ke dalamnya.

    Saya menangis terus hampir setiap malam. Itu pertama kalinya saya kehilangan seseorang yang sangat dekat dengan saya. Dan betapa menyesalnya saya, andai dulu saya menurut perintah Ibu, mungkin saya tidak akan semenyesal ini. Mungkin saya bisa berbincang dengan Sarra meski dia harus pergi.

    Kalau saja ada kesempatan untuk kembali ke masa lalu, saya akan selalu memilih hari itu. Hari di mana Sarra kembali ke rumahnya dan ibu saya menyuruh saya menjenguknya. Saya tidak akan membantah, tidak akan menolak. Karena kita tidak pernah tahu, kapan orang yang kita sayangi pergi meninggalkan kita.

    Nama: Ratih Cahaya
    Twitter: @ratiihcahaya

  • Ani Aulia Safitri mengatakan:

    Jika aku diizinkan untuk kembali pada kenanganku, maka aku akan kembali saat aku masih SMP kelas satu. Saat Bapak mengantarku ke sekolah menggunakan sepeda mini bermerek Phoenix merah gegara sepeda yang biasa kukendarai bocor. Ibu sudah berusaha mencarikan pinjaman motor ke kerabat dan tetangga terdekat, tetapi hasilnya nihil.
    Kemudian, Bapak meraih sepede mini yang tersandar di dinding samping rumah dan menyuruhku duduk di boncengan belakang.

    Tanpa lelah, Bapak mengayuh pedal menempuh jarak sekitar tujuh kilometer dari rumahku ke sekolah. Sementara aku duduk menyamping dan bungkam sepanjang jalan. Tak ada percakapan di antara kami. Alih-alih bercakap dengan Bapak, aku malah membentangkan buku Biologi di depan mukaku. Bukan lantaran ada ulangan hati itu. Aku sudah belajar. Aku tidak membacanya, tetapi menggunakannya untuk menutupi mukaku. Aku tak mampu membayangkan betapa malunya aku jika ada temanku yang memergokiku diantar menggunakan sepeda pancal.

    Aku sengaja menyuruh Bapak untuk menurunkanku pada jarak seratus meter dari gerbang sekolah. Aku lega karena tak ada temanku yang memergokiku. Jelas saja, saat itu jam pelajaran sudah berlangsung sekitar tiga puluh menit. Dari jarak itu aku hanya cukp berlari menuju gerbang sekolah setelah beramitan dengan mencium tangan Bapak.

    Seiring berjalannya waktu, aku sadar bahwa saat itulah aku begitu dekat dengan Bapak. Tak ada dinding yang menjulang di antara kami seperti saat ini. Meski tanpa bercakap-cakap aku mampu merasakan betapa tulusnya Bapak menyayangiku saat itu. Aku mampu memandangi punggungnya yang disengat matahari pagi dengan seksama. Aku pun mampu mendengar dengus napasnya yang berpacu dengan kayuhan pedal. Berusaha sekuat tenaga agar aku tak terlambat lebih lama. Dari balik kelopak matanya aku mampu menangkap sorot mata yang tulus terhadapku, seolah berkata, “Tak apa kau terlambat. Kau pasti mampu mengejar keterlambatanmu. Tak perlu takut terhadap gurumu. Kau hanya perlu mengatakan bahwa Bapak terlambat mengantarmu.”

    Diam-diam aku selalu mengulang kenangan itu dalam pikiranku, dalam bayanganku. Aku akan memeluk Bapak dari belakang. Aku tak akan membaca buku Biologi. Aku akan menguatkannya melalui pelukanku.

    Nama: Ani Aulia Safitri
    Akun twitter: @AniLilinKecil
    Link: https://mobile.twitter.com/AniLilinKecil/tweets

  • anandanftrn mengatakan:

    “Jika kamu diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan milikmu, kenangan apa sih yang akan kamu pilih dan mengapa?”

    Kenangan waktu aku bersama kakak ku. Aku sangat dekat dengan kakak ku, aku masih ingat wajah dan senyumannya, padahal sudah sekitar 12 tahun yang lalu saat aku terakhir kali melihatnya :’)

    Saat itu masih pagi, aku memaksa kakak ku untuk mengantar ke tukang gorengan dekat rumahku. Aku sampai menangis, dan akhirnya kakak ku bersedia mengantarku. Kakak ku mengendarai sepeda dan aku dibonceng olehnya. Saat sudah sampai depan gang, kakak ku meminta turun karena ada tanjakan. Aku pun mengikuti perintahnya. Namun tanpa diduga, saat kakak ku sudah berhasil menaikan sepedanya ke atas, ternyata ada motor ngebut dari arah kiri (yang terhalang tembok dari gang ku). Kejadian itu berlangsung sangat cepat, dan tepat di depan mataku. Aku melihat dengan jelas saat motor itu menabrak kakak ku dan sepedanya, dan kakak ku langsung terpelanting. Aku langsung berlari ke arahnya, aku melihat kakak ku yang tergeletak dengan darah yang terus keluar dari kepalanya. Aku pun melihat sepeda kakak ku yang sudah hancur. Lalu semakin banyak orang yang mengerubuni kakak ku, mama dan papa ku juga sudah ada disampingku. Dan setelah itu, aku tidak ingat apa yang terjadi. Yang aku ingat aku sudah ada di rumah sakit. Kerjaanku hanya menangis sambil mengingat kejadian itu lagi.

    Aku ingin kembali ke waktu itu. Seandainya saja aku tidak memaksa kakak ku untuk mengantarku, pasti kejadian ini tidak akan terjadi. Seandainya saja saat aku turun dari sepeda, aku memperhatikan apakah ada kendaraan yang lewat. Seandainya saja kejadian ini tidak pernah terjadi, aku tidak akan merasakan perasaan bersalah atas kecelakaan yang menimpa kakak ku, dan aku tidak akan melihat kejadian yang mengerikan itu. Jujur, sampai saat ini aku masih trauma. Aku tidak mau naik sepeda, apalagi mengendarai motor. Saat aku melihat motor, aku langsung teringat pada kejadian itu. Apalagi saat aku mencoba mengendarai motor, aku malah merasa bahwa aku-lah pelaku yang menabrak kakak ku itu. Seandainya aku sempat meminta maaf dan mengatakan bahwa aku menyayanginya. Namun sayangnya, setelah kejadian itu dia tidak pernah sadar lagi. Sebenarnya aku masih ingin bisa bermain dengannya lagi, bersama-sama dia lagi, atau setidaknya melihat senyum dan mendengar suaranya sekali lagi. Tapi jangankan melihat senyumnya lagi, melihat wajahnya pun aku tidak bisa. Karena saat itu aku masih kecil, dan kakak ku ada di ruang ICU. Aku sangat berharap dia siuman, sembuh dan bisa tinggal dirumah, bersama denganku lagi. Namun harapan hanyalah harapan, aku tidak diberi kesempatan sama sekali walau hanya untuk meminta maaf padanya :’)

    Thanks for GA nya kak, maaf nih ya jadi curhat hehe :’)

    Nama: Ananda Nur Fitriani
    Twitter: @anandanf07

  • Ani Aulia Safitri mengatakan:

    Jika diizinkan kembali pada kenangan masa lalu, maka aku akan kembali pada kenangan SMP kelas satu.

    Entah aku harus menyesal atau bersyukur. Pagi itu Bapak mengantarku ke sekolah menggunakan sepeda mini merah merek Phoenix gegara sepeda yang biasa kupakai tersebut bannya bocor. Bapak berusaha menambalnya. Namun, aku sudah tidak sabar lagi karena harus memburu waktu jika tak mau terlambat. Apalagi saat itu ada ulangan Biologi. Ibu sudah mencoba untuj mencarikan pinjaman motor pada kerabat dan tetangga agar Bapak bisa mengantarku. Akan tetapi hasilnya nihil. Alhasil, setelah Bapak selesai menambal ban sepedaku, Bapak bergegas menyuruhku naik ke boncengan. Tanpa menunggu instruksi Bapak selanjutnya aku pun naik ke boncengan sepeda yang biasa kukendarai.

    Tanpa menunggu lebih lama Bapak mengayuh pedal sepedaku menempuh jarak sekitar tujuh kilometer. Aku hanya mampu diam memandangi punggung Bapak yang tersengat matahari dari belakang. Sementara aku duduk di belakang sambil mengembangkan buku paket Biologi seukuran folio. Bukan karena ulangan hari itu. Aku sudah belajar. Hanya saja buku itu kugunakan untuk menutupi wajahku. Aku tak mampu membayangkan rasa malu yang harus kutanggung jika tanpa sengaja berjumpa dengan temanku.

    Aku sengaja meminta Bapak untuk menurunkanku seratus meter sebelum gerbang sekolah. Apa lagi alasannya kalau bukan untuk menghindari adegan yang kurasa memalukan itu dari teman-temanku. Aku hanya cukup berlari untuk sampai ke gerbang sekolah dan kemudian ke kelas. Setelah berpamitan dengan mencium tangan Bapak, aku pun melesat. Namun, sesaat sebelum itu, aku mendapati tatapan Bapak. Seolah tatapan itu berkata, “Larilah! Jangan khawatirkan gurumu. Ia tak akan marah. Kejarlah ulangan yang telah berlangsung. Kau pasti bisa! Jika gurumu marah, katakan padanya bahwa Bapak terlambat mengantarmu. Semoga berhasil!”

    Aku pun akhirnya masuk kelas dengan keadaan berantakan. Semua mata menatapku. Ulangan telah berlangsung tiga puluh menit yang lalu. Aku hanya mampu mengucap salam dan maaf pada guru Biologi yang memandangiku dengan heran karena saat itu pertama kalinya aku terlambat.

    Kenangan itulah yang tak pernah kulupakan hingga kini. Jika aku bisa kembali ke masa itu, aku tak kan hanya memandangi punggung Bapak dari belakang dan menutup mukaku dengan buku Biologi. Aku ingin memeluknya, menguatkannya agar mengayuh pedal lebih kencang lagi, mendengar dengus nafasnya yang berpacu dengan waktu. Mengulang kembali saat terdekatku dengannya tanpa ada pembatas di antara kami. Aku tahu Bapak menyayangiku meski ia tak pernah mengatakannya padaku.

    Nama: Ani Aulia Safitri
    Akun twitter: @AniLilinKecil
    Link: https://mobile.twitter.com/AniLilinKecil/tweets

  • helmynr mengatakan:

    “Jika kamu diberi kesempatan
    untuk mengunjungi salah satu
    kenangan milikmu, kenangan apa
    sih yang akan kamu pilih dan
    mengapa?”

    Saat nenek saya meninggal dua tahun lalu. Karena saat itulah pertamakali saya merasakan kehilangan orang yang saya sayangi selamanya. Sebuah perasaan dan adrenalin baru yang asing.

    Beberapa tahun sebelumnya, saya udah kehilangan kakek, tapi saat itu saya masih kecil, terlalu kecil untuk berpikir macam-macam.

    Hal yang paling menusuk adalah ketika saya melihat nenek dikebumikan. Waktu itu jam 10 malam dan yang mengelilingi saya adalah tangis dan doa. Itu pula yang menyadarkan saya betapa kematian begitu dekat dan mengerikan. Saya kasihan terhadap nenek saya yang sendirian, dikelilingi gelap yang mutlak.

    Apakah nenek takut?
    Apakah nenek bisa menjawab pertanyaan malaikat?
    Apa yang nenek lihat?

    Darah saya masih berdesir kala megingat hal itu. Namun saya ingin kembali ke sana, supaya saya ingat untuk hidup dengan baik. Karena batas antara kehidupan dan kematian, ternyata sangat tipis.

    Nama: Helmy
    twitter: @helmynr

  • hannaenka mengatakan:

    “Jika kamu diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan milikmu, kenangan apa sih yang akan kamu pilih dan mengapa?”

    Pertanyaan ini merasuki hatiku hingga berasa ke tulang-belulang. Kenangan, tentu saja, akan memutar kembali waktu, mundur dalam terpejam.

    Teringat aku dulu, tentang bagaimana ibuku berkisah, bahwa Ia begitu ingin melihatku mengenakan pakaian putih yang melekat indah dalam lekukan tubuhku pada upacara suci akan pernikahan.

    “Maaf, karena tidak peka ketika kau memintaku untuk menemukan pendamping hidup dengan segera, Ibu.”

    Aku selalu menyesali hai itu tiap kali aku melihat orang-orang menikah dengan bahagia. Aku pun melakukannya, tetapi diselimuti derai air mata. Menyesal sekarang dan tentu saja semuanya sudah terlambat.

    “Nak, apa kabarmu? Apakah kau sudah bertemu dengan laki-laki yang mencintaimu?”

    Masih segar dalam ingatanku pertanyaan wanita yang sudah dimakan umur itu.

    “Betapa bahagianya Ibu bila bisa melihatmu menikah dan melihat cucu ibu tumbuh walau hanya sebentar saja.”

    Bukankah itu permohonanmu, yang tak bisa aku wujudkan bahkan hingga saat terakhirmu, ibu. Dapatkah kita kembali? Dapatkah aku berdiri, di waktu yang sama ketika dulu kita berjumpa via suara?

    Aku merindukanmu, Ibu.

    Kini aku telah menikah. Aku bahkan sudah punya sepasang anak yang kembar. Namun, sedih karena tak bisa membuatmu merasakan keinginanmu yang membuatmu benar-benar menjadi wanita yang sempurna.

    Kasih Ibu, sepanjang masa. Saat kecil, perempuan mengurusi saudara-saudarinya. Menikah, lalu mengurusi anak dan suaminya. Dan ketika anak-anaknya menikah, Ia akan mengurusi anak-cucunya. Wanita akan menjadi ibu seutuhnya ketika Ia melakukannya sepanjang hidupnya dengan siklus yang seperti itu.

    Kenangan dalam kata-katamu itu benar-benar membekas di palung jiwaku. Dan kenangan tentangnya adalah yang selalu tak dapat aku lupakan, bahkan hingga kinj.

    Bila diberikan kesempatan, aku ingin memohon pada sang penjaga waktu, agar dapat mengulang kembali saat itu, saat-saat ketika kau memohon, dan saat-saat ketika aku mengabaikannya. Sehingga, kala itu, kuharap dapat mengubah segala yang telah terjadi. Dan membuatmu merasakan kebahagiaanmu dengan menjadi sosok Ibu dan wanita seutuhnya yang sempurna.

    HANNA ENKA
    @hannaaabelle

  • kimpblossomputrii mengatakan:

    “Jika kamu diberi kesempatan untuk
    mengunjungi salah satu kenangan
    milikmu, kenangan apa sih yang akan
    kamu pilih dan mengapa?”

    Aku ingin kembali ke 8 tahun sebelumnya. Tepatnya saat hari perpisahan kelas 6 SD.
    Aku diajarkan sejak kecil untuk menjadi anak yang mandiri bersama abang. Karena bapak ataupun ibu sering sibuk dengan pekerjaannya.
    Satu hari sebelum acara perpisahan. Aku menangis didepan bapak karena ingin sekali dia datang di hari perpisahan itu. Karena ibu sudah pasti bekerja dan abang harus sekolah juga. Selama ini aku belum pernah diantar kesekolah meskipun itu hanya menghadiri rapat atau sekedar mengambil rapot kelasku. Aku dan wali kelasku mengerti kalau kedua orang tuaku memang sibuk. Tapi tidak dengan teman-temanku yang selalu meledek ‘Tidak pernah ditemani karena kamu bukan anak yang pintar. pasti mereka malu.”
    Sungguh bila mengingat itu aku ingin menangis tapi aku selalu menahannya. Mungkin benar kata teman-temanku kalau aku memang siswi tidak pintar maka bapak atau ibu sering malu mengambil raporku. sejak saat itu aku merubah tekat kalau aku bisa dan harus masuk peringkat 10 besar. aku bersungguh-sungguh dengan ujian nasional ku nanti.
    Tapi tetap saja saat aku memohon dan menangis agar bapapk datang dia tetap mengatakan tidak bisa. dia hatus pergi kejakarta besok pagi. Dan dengan berat hati. lagi, aku menerimanya.
    Di hari perpisahan. ketika teman temanku datang bersama orang tuanya, aku hanya duduk sendirian di bangku murid. tidak ada yang menemaniku saat ini. aku ingin menangis saat itu tapi aku menahanya hingga acara dimulai. Tapi saat itu juga mataku melihat bapak yang terlihat tergesa-gesa dengan tas besar dibawanya. Dia datang. Dia duduk di banku orang tua dan menerawang mencariku. dan aku hanya tersenyum melihatnya. aku tahu mungkin bapak menyempatka datang sebelum dia pergi.
    Saat itu pula senyumanku semakin mengembang ketika namaku dipanggil menjadi siswi peringkat ke-3 terbaik di sekolah. aku berdiri dan naik keatas panggung dengan wajah bahagia. Aku bisa membuktikan bahwa aku bisa pintar dan bapak datang untuk melihatku dan menemaniku.
    Aku terus menunjukkan senyumku ketika bapak berdiri dan bertepuk tangan paling keras saat aku di beri piagam penghargaan.
    Dapat kulihat senyumannya begitu indah dan cerah. Aku tidak pernah melihat senyuman bapak seperti itu karena dia memiliki sikap yang dingin juga tegas. Aku sadar senyumannya itu adalah senyuman bangga.
    Aku sangat merindukan senyumannya saat itu. sudah lama sekali dan aku berjanji akan mengembalikan senyumannya sama seperti itu saat aku berdiri dengan memakai Toga.

    Putri s. Aliyah
    @aliyahputrii
    link share : https://mobile.twitter.com/aliyahputrii/status/597999926317084672?p=v

  • Zulaikhah mengatakan:

    Jika di beri satu kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan yang saya punya maka, saya memilih di awal januari lalu. Jika benar bisa di kembalikan saya ingin itu terjadi. Di mana saat Ayah saya sakit.
    Saya ingin selau berada di sampingnya, merawatnya, dan juga menjaganya dengan sepenuh hati.

    Saya sungguh menyesal karena belum berbakti kepada beliau, belum membahagiakan beliau. Belum melihat beliau melihat saya dan memamerkan saya kepada rekan kerjanya “Inilah anak gadis saya yang membanggakan nama keluarga” dengan mata berbinar.

    Tapi apalah daya, ternyata Tuhan berkehendak lain. Menjemput beliau di pertengahan februari.
    Di saat itu lah saya seperti gagal menjadi seorang anak, gagal mecapai cita-cita.
    Buat apa menjadi hebat jika motivasi untuk hebat telah tiada.

    Saya gagal dalam hal membahagiakan ayah saya. Tapi bukan berarti saya harus gagal dalam membahagiakan ibu saya. Satu-satunya orang tua yang saya miliki.

    Selamat jalan ayah. Semoga amal ibadahmu di terima di sisinya. Kami di sini akan selalu mendoakanmu. Walau kau sudah tiada di dunia ini, tapi Kau akan selalu ada di hati kami.

    Mengapa? Di saat-saat terakhir hembusan nafasmu, kami kami ingin yang terbaik untukmu, menuruti smua keinginanmu.

    Nama : zul
    twitter : @kimzujonghee

  • rizqanurulhidayanti mengatakan:

    Kalo dibolehin kembali ke kenangan milikku maka yang ingin kuulang adalah kenangan bersama “mbah putri ku/ eyang putri”
    Aku dan mbah sering tidak akur, aku sering dimarahin si mbah karena jadi anak yang jorok dan itu bikin aku sebel tetapi setelah dipikir-pikir ucapan si mbah ada benernya juga. Tiap idul fitri rumah si mbah selalu ramai, karena dulu belum ada yang punya kamera atau hp yang ada kameranya maka tak ada kenang2an saat kami kumpul bersama. Kalau bisa aku ingin mengabadikan idul fitri terakhir bersama si mbah dan juga keluarga besar, aku ingin menyimpan foto kebersamaan kami dulu. Aku ingin mengulang masa kecilku bersama mbah waktu beliau dengan sabarnya nganterin aku ngambil kucing-kucingku yang sudah di kasih ke orang lain, aku ingin mengulang saat beliau memberikan wejangan yang terdengar sangat cerewet dan berisik di telingaku, aku ingin mengulang saat beliau sakit di rumah sakit dan saat terakhir beliau dan saat aku mengucapkan,”Mbah maaf ya” karena waktu itu aku masih ekcil aku tak tahu apa makna orang tuaku menyuruhku mengucapkan kata-kata itu saat mbahku kritis. Sekarang aku paham mengapa? itu karena aku sering membuat beliau susah semasa beliau hidup. Aku ingin mengucapkan kata-kata maaf dengan tulus pada beliau dan sangat ingin mengucapkan,”mbah, maafin aku. Aku sayang mbah.” Belum pernah sekalipun aku mengucapkan sayang pada beliau. Kalau boleh aku ingin beliau mendengarnya langsung

    Rizqa nurul hidayanti
    @nurul_rizqa

  • vinayuniarc mengatakan:

    berbicara tentang kenangan yang tenggelam dalam pikiran, berhasil membuat rekaman yang tersegel kembali terbuka. kenangan yang menurut ku sampai sekarang masih belum berhasil aku lepaskan.
    dulu mungkin 2 tahun lebih 5 bulan yang lalu, aku menginjakan kaki di MTsN Denanyar plus pondok Nur Khodijah 3, pertama aku merasakan hawa memasuki kehidupan baru yang tidak akan bebas lagi, menurut ku itu perihal aku bernafas dalam air. entahlah aku di sana bertahan berapa bulan, mungkin sekitar 5 bulan saja, lalu boyong meninggalkan kenangan yang belum selesai ceritanya.
    aku kembali ke rumah, kembali merasakan hawa kebebasan di rumah bersama keluarga besar ku, juga kembali merasakan sekolah yang notebennya sangat aku hindari, namun sekarang? sekarang aku menjadi siswa di lingkup sekolah itu. aku merasakan banyak guncangan sabar yang harus di pertebal, banyak mulut tak berpendidikan harus mengatakan ini-itu, disini pula aku juga dapat merasakan cinta yang ceritanya tiada akhir, kasihnya tiada hilang, sakitnya tak kunjung terlepas, dan lebih parahnya lagi aku harus masuk dalam alam yang menyesatkan, alam kenakalan yang untungnya Allah melindungi diriku, untuk segera menyadarkanku, namun itu terlambat rupanya.
    lalu aku berpikir, ternyata di sini yang aku pikir bisa bebas dengan segala apa yang aku inginkan, tapi justru terbalik. kebebasan itu sudah tenggelam, kebebasan itu sudah hanyut, semua tidak akan lagi ada, dan yang mati akan tetap mati.
    sampai sekarang aku baru sadar, jika yang membuat kita terkekang bisa membuat kita merasakan kebebasan, namun yang membuat kita bebas, berlahan bisa membuat kita tertekan. sampai sekarang aku menyesal kenapa dulu aku tidak mempertahankan jiwa di sana, membuat orang tau bangga anak gadis yang mungil bisa bertahan di pondok membawa sangu pulang dengan miliaran ilmu agama yang sempurna. dan di sini aku tidak bisa memberi sangu pulang kepada orang tua ku, kecuali semiliaran ilmu yang tentunya dengan tumpukan kertas yang tertulis jika ‘anak ibu bermasalah di sekolah kami’. terandai waktu tak sebegitu cepat melepaskan masa lampau, aku sudah membuatnya tersenyum, tanpa harus membeli senyum.

    maaf panjang, maklum galau saya keluar lagi. aihhh😀 haha
    FB: Vina Yuniar Chafifah
    twitter: @Vinayuniarc_

  • Jika diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu kenangan, aku ingin mengunjungi kenangan yang sulit aku lupakan yaitu. Berbicara dengan seseorang yang sudah mengusap kepalaku dengan lembut. Menatapku dengan pandangan yang penuh harapan.
    Seseorang itu sebut saja namanya Rendy, waktu itu kami duduk dibangku kelas 3 SMP. Suatu hari ketika jam istirahat tiba. Aku bersama teman-temanku hendak pergi kekantin. Tiba-tiba Rendy muncul dibelakangku. Dia menatapku dengan tajam, ia mengangkat tangan kanannya keatas hingga menyentuh kepalaku. Sejenak aku terpaku. Dan menatapnya dengan pandangan yang penuh tanda tanya. Dia hanya tersenyum manis padaku. Apa maksud dia melakukan ini(tanyaku didalam hati). Matanya yang tadi hanya tertuju padaku kini teralih dengan kedatangan teman-temannya. Suasana yang menegangkan bagiku, tiba-tiba lenyap seketika. Seperti mimpi disiang hari.
    Keesokan harinya, 10 menit sebelum jam pulang sekolah. Kami semua sudah merapikan perlengkapan sekolah. Tiba-tiba saja Rendy duduk disebelahku. Terlihat ia menahan senyum dibibirnya. Aku sangat terkejut, apa yang sedang terjadi. Kenapa ia berubah dan menjadi aneh. Teman-teman sekelas menahan senyum sama seperti yang dilakukan Rendy. Aku hanya terdiam dan tidak bisa berkata-kata. Bel berbunyi, tanda jam pelajaran usai dan kami diperkenankan pulang. Disaat hendak keluar kelas, salah satu teman Rendy sebut saja namanya Alfi. Ia menghampiriku dan berkata “Besok, Rendy akan mengungkapkan perasaannya kepadamu”. Apa maksudmu mengatakan hal tersebut, siapa yang akan mengungkapkan perasaannya padaku. Benarkah itu ?? Tanya ku pada Alfi. Tapi Alfi hanya tersenyum dan pergi meninggalkan aku. Perkatan Alfi sungguh sangat membuatku terkejut. Seketika itu kedua kakiku lemas seakan tak mampu menopang tubuh ini. Malam harinya aku tidak bisa tidur, perkataan Alfi selalu saja tergiang ditelinga ku.
    Keesokan hari, aku melihat Rendy dari kejauhan. Aku teringat dengan kata-kata Alfi kemarin, tapi.. aku berusaha bersikap seperti biasa seolah tidak terjadi sesuatu. Jam pelajaran usai. Kami semua pulang, ternyata perkataan Alfi tidak benar. Hari berikutnya, Lagi-lagi perkataan Alfi tidak bisa dibuktikan. Keesokan harinya dan sampai dimana kami siswa-siswi SMP menjalani ujian dan akhirnya meninggalkan sekolah kami. Perkataan Alfi sama sekali tidak benar. Sampai saat ini sudah 7 tahun aku tidak pernah bertemu lagi dengannya. Itulah kenangan yang sangat ingin aku kunjungi. KENAPA ?? karena, aku ingin menanyakkan apa yang sebenarnya ia rasakan kepadaku. Apakah benar ia mempunyai perasaan yang berbeda untukku?? Dari sekian pria yang pernah singgah dihatiku, hanya dia yang tidak bisa aku lupakan. Walaupun kenangan itu sudah begitu lama. Tapi, disaat kau menatapku dengan senyuman terbaik dan usapan lembut tanganmu dikepalaku. kejadian itu terekam baik dalam ingatanku. Dan Sampai kapanpun aku akan tetap mengingat semua kejadian itu. Jika diberi kesempatan walau hanya sekali aku sangat ingin bertemu dengannya. Jika memang ia sudah memiliki seseorang dihatinya, izinkan aku melihatnya bahagia. Itu saja.

    Lia
    @ladvlixia

  • Fitriana Ma'rifah mengatakan:

    Ini cerita dizaman SMA dulu. Waktu itu, disaat jam istirahat aku berdiri didepan kelas. Aku melihat perpustakaan sekolah yang tepat berada didepan kelasku. Banyak siswa-siswi mengunjungi perpustakaan, aku berniat untuk ke perpustakaan sekedar membaca buku. Barusaja aku melangkahkan kaki kanan, aku mendengar suara temanku yang memanggilku. Aku menoleh kearah suara tersebut. Ternyata Niaras memanggilku, ia berlari kecil menghampiriku. akupun mengajaknya untuk ke perpustakaan bersama-sama. Sesampainya diperpustakaan kami menuju ketempat buku bacaan. Aku mengambil buku yang berjudul sahabat sejati. Sedangkan Niaras mengambil buku yang berjudul Perjalanan hidup. Setelah mendapatkan buku yang ingin dibaca kami duduk disalah satu meja diperpustakaan. kami membaca begitu serius. 10 menit kemudian Niaras mengajakku berbicara tapi, aku yang sedang asik membaca tidak menghiraukannya. Aku mengatakan kita bisa berbicara sepulang sekolah atau besok disaat jam istirahat. (kami berdua tidak satu kelas Niaras mengambil jurusan IPA aku sendiri mengambil jurusan IPS. Jadi kami hanya bisa bertemu disaat jam istirahat). 5 menit kemudian Niara berbisik ditelinga kananku, ia mengatakan ada hal penting yang ingin ia katakan. Lagi-lagi, aku tidak menghiraukannya malah aku menyuruhnya diam. Dan aku kembali membaca buku dengan serius. Tak terasa bel berbunyi, jam istirahat usai. Dari perpustakaan aku melihat guru bahasa indonesia sudah berada dikelasku. Aku segera masuk ke kelas. Niaras memanggilku, untuk kesekian kalinya ia mengatakan ada hal penting yang ingin ia sampaikan. Aku hanya melambaikan tangan padanya dan berkata “ besok saja”. Akupun mengikuti pelajaran sama seperti biasa.
    Keesokan harinya, aku sudah berada diperpustakaan pada jam istirahat. Aku kembali mengambil buku berjudul sahabat sejati dan duduk ditempat kemarin. Dan tidak lupa aku mengambil buku yang berjudul perjalanan hidup. Karna Niaras pasti akan datang keperpus. 10 menit kemudian, aku melihat kearah pintu, ternyata Niaras belum datang. 10 menit kemudian, masih belum ada tanda-tanda kedatangan Niaras. Tersisa 10 menit lagi jam istirahat akan usai. Akupun mengembalikan buku yang kubaca dan buku yang kusiapkan untuk Niaras. Aku berjalan menuruni satu persatu anak tangga. Setelah sampai didepan kelas Niaras. aku bertanya kepada teman yang duduk disebelah Niaras. Jawaban dari teman sebangku Niaras membuatku syok, aku tidak bisa berkata-kata. Ternyata, kemarin adalah hari terakhir Niaras sekolah disini. Ia akan pindah sekolah, karna ayahnya ditugaskan ditempat lain. Sungguh, aku tidak mempercayai hal itu, tanpa kusadari airmataku menetes. Teman sebangku Niaras mengatakan kalau Niaras sudah memberitahumu pada jam istirahat kemarin. Aku mengingat kejadian kemarin saat diperpustakaan, airmataku semakin deras membasahi pipiku. Ternyata Niaras sebenarnya ingin memberitahuku, tapi..aku tidak memperdulikannya. aku menyesali perbuatanku, seharusnya aku membiarkan niaras berbicara walau hanya sebentar. Setelah kejadiaan itu, setiap hari pada jam istirahat aku selalu pergi keperpus, aku duduk dimeja yang sering aku duduki disaat masih ada Niaras. kuletakkan buku perjalanan hidup ditempat yang biasakan Niaras letakkan, Seakan-akan aku melihat Niaras disampingku. Aku membuka buku perjalanan hidup yang dibaca Niaras dihari terakhir kami bertemu, ternyata pada halaman terakhir buku tersebut, tertulis “Kau adalah sahabat sejatiku” tertanda NS. Aku tau itu adalah tulisan Niaras, airmataku menetes membasahi buku tersebut. Kenapa kenangan ini sangat ingin aku kunjungi? Karena, Jika saja aku memberikan sedikit kesempatan kepada Niaras untuk berbicara. Setidaknya, aku tau keberadaan Niaras saat ini. aku sudah membuang kebersamaan di hari terakhir kami. Jujur, buku perjalanan hidup yang didalamnya ada tulisan tangan Niaras sempat aku simpan, aku bela-belain minta sama yang jaga perpustakaan sekolah loh. Trus, sebagai gantinya aku beliin buku pelajaran untuk disimpan di perpustakaan. Tapi, sungguh disayangkan, karna banjir bukunya hilang. Benar-benar menyedihkan.

    Fitri
    @Fiit_RifahOLV

  • ajeng dewi mengatakan:

    “Jika kamu diberi kesempatan
    untuk mengunjungi salah satu
    kenangan milikmu, kenangan
    apa sih yang akan kamu pilih
    dan mengapa?”

    aku ingin kembali ke semester awal di sekolah menengah dimana hubungan persahabatan ku dan dia masih erat. hingga saat ini aku ingin kembali mengunjungi kenangan itu, menikmati saat saat bersama sahabatku. saat saat manis, kocak, seru, karena sekarang kita sudah seperti orang yang tak saling mengenal. tw @ajenguks

  • […] Di antara jedanya aku sempat mengerjakan naskah-naskah lain dan meski sempat kabur-kabur dari Time After Time, aku selalu mengerahkan diri untuk kembali. Tidak mudah memang mengembalikan momen yang sama ketika […]

  • […] anaknya agar anaknya nggak membenci perempuan yang dicintainya–itu bagian paling kusuka dari Time After Time […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Baca chapter dari #TimeAfterTime! at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: