Arcadia & Hadrian: Dendam

24 Juni 2015 § Tinggalkan komentar

Cerita sebelumnya: Pintu dan Rencana (bagian 23)


Biru kini berada dalam ukuran normalnya. Tubuh harimau putih itu kekar dan kuat. Duduk menghadap pintu keluar. Di bawah keremangan ruangan itu, kedua matanya menyorotkan cahaya yang bisa mendirikan bulu roma. Di balik kaca biro jasa itu, kelihatan langit yang birunya memudar. Seperti ada yang mengecat warnanya menjadi seluruhnya kelabu dingin.

Pada saat itu, pintu ruangan itu terbuka. Masuk Hadrian menyeret tubuh Thomas. Lelaki itu menaruh Thomas ke sofa panjang. Dia berlutut, mencoba mengingat apa yang bisa dia lakukan. Dia tak pernah cakap menangani luka-luka seperti ini. Meski tahu dia membutuhkan keahlian itu, Hadrian tak pernah tergerak untuk mempelajarinya.

Kedua mata Thomas tertutup, di baliknya ada kegelisahan. Bola matanya bergerak-gerak. Napas lelaki itu makin terdengar berat. Hadrian menggigil di sebelahnya, berlutut dan masih mencoba menahan darah. Usaha yang sia-sia. Tapi dia sungguh tidak tahu lagi apa yang bisa diperbuat.

Rahang Hadrian mengencang setiap kali darah menetes ke tangannya. Sakit. Dia merasakan sakit itu. Ketakutan demi ketakutan yang membelenggu. Bibirnya bergetar keras, dia tak bisa berkata-kata bahkan tidak yakin sanggup mengucapkan mantra. Ini seperti mimpi buruk yang pernah hadir dan ingin dia singkirkan. Ini sama halnya dengan kejadian yang pernah dialaminya dulu–ketika melihat ayah angkatnya mangkat.

Dia tahu ini akan terjadi, tapi tak bisa mencegahnya.

Bisa mengetahui seperti apa hidupnya, seringkali dianggapnya sebagai kutukan. Dia tahu bagaimana orang-orang terdekatnya akan berakhir, juga dirinya sendiri. Jelas sekali terbayang dalam kepalanya.

Pelan-pelan cengkaraman tangan Thomas mengendur. Darah dari tubuh Thomas masih membanjir. Akan tetapi, deru napasnya tak lagi ada. Hadrian menarik jari-jarinya yang seluruhnya merah. Di situ ada darahnya sendiri. Dan akan lebih banyak darah yang tumpah.

Bersambung

Tagged: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Arcadia & Hadrian: Dendam at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: