Arcadia & Hadrian: Penghuni Mimpi Buruk

25 Juni 2015 § Tinggalkan komentar

Cerita sebelumnya: Dendam


 

Pada pagi itu, dari setiap pintu yang terbuka–kegelapan menerobos keluar. Membentuk bayang-bayang. Menyerap warna-warna yang ada di sekitar mereka. Perlahan memiliki bentuk yang tampak oleh mata setiap manusia. Anjing bercangkang siput. Sosok seperti manusia yang di wajah, lengan, paha, dan badannya muncul kepala anjing, burung yang bertubuh unta.

Mereka adalah penghuni mimpi buruk.

Banyak jeritan karena ketakutan. Kepanikan menyebar di seluruh kota.

Hadrian masih berdiri di dalam ruangannya, bersama jasad Thomas. Dia seharusnya memberi tahu Laura, istri Thomas tentang ini, tapi dia tidak sanggup melakukan itu. Seharusnya dia tidak perlu mengajak serta Thomas ke rumah Samantha. Diamnya terusik oleh kaca gedungnya yang bergetar. Biru menggeram pada makhluk di kaca itu–seekor ikan bersayap yang hendak menerobos masuk.

Dia janji menunggu Arcadia hingga gadis itu kembali ke sini. Namun, dia tidak tahan dengan situasi ini lama-lama. Dia harus menghentikan Divus. Bersamaan dengan keputusan itu, muncul sebuah pintu yang hitam terbakar di tengah-tengah ruangan. Dia tidak bisa menunggu lagi.

bersambung

Tagged: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Arcadia & Hadrian: Penghuni Mimpi Buruk at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: