Potret

18 Januari 2016 § 2 Komentar

Potret 22 small

Potret adalah cerita bersambung yang kurilis tiap akhir pekan di Storial.co. Awal mulanya hanya iseng. Bahkan bisa dibilang belum ada plotnya, aku hanya tahu bagaimana akhir hubungan Tatyana-Saddam, latar belakang keluarga Saddam, dan kenal baik banget dengan Tatyana.

Jika kamu belum pernah membaca, Potret terdiri dari kumpulan cerita-cerita pendek yang arc besarnya adalah hubungan Saddam dan Tatyana. Saddam adalah kakak dari salah satu penghuni di kos yang sama dengan Tatyana. Mereka berdua kenalan, nggak lama kemudian Saddam mengajak Tatyana menikah. Dari situ cerita dimulai.

Chapter yang pertama, ‘Sekakmat‘ tadinya ditulis sebagai standalone, hanya flash fiction tanpa ada maksud untuk dilanjutkan. Sekakmat itu hasil dari ngobrol-ngobrol random (di dalam kepala) dengan karakter yang jadi inspirasi si Saddam ini. Namun, aku suka Saddam, dan alangkah sayang kalau aku sia-siakan kesempatan untuk mengembangkan karakternya.

Bukan dasar karena ingin mengembangkan saja sih. Kebetulan saat itu aku juga sedang mengerjakan tulisan lain (yang nggak kunjung selesai). Berkali-kali ditulis dan materialnya banyak banget yang sisa, serta nggak terpakai. Akhirnya, dari bagian-bagian yang nggak kugunakan untuk tulisan itu, terutama bagian character study. Semua itu kurombak, diutak-atik jadilah tulisan-tulisan di Potret ini. Untungnya tulisan itu dan Potret punya tema yang beda jauh.

Jadi, bisa dibilang Saddam ini versi manusiawi dan nggenah (masuk akal) dari karakter yang kutulis untuk tulisan induknya. Potret juga sebenarnya judul tulisan itu. Jadi, memang nggak ada hubungan khusus antara Saddam-Tatyana dan judul Potret. Hahaha. Waktu itu memilih judulnya buru-buru, asal comot yang ada aja deh.

Kenapa aku tulis sebagai kumpulan cerita pendek dengan sudut pandang yang berbeda-beda? Karena… kalau dijadikan sebagai satu utuh, 1) aku nggak punya plot, 2) Saddam mungkin nggak akan semenarik sekarang, 3) konsistensi ceritanya aduh bikin khawatir. Hahaha.

Makanya, biar nggak terasa berat dan aku tetap segar nulisnya, kubuatlah ceritanya dari sudut pandang Saddam, Tatyana, dan karakter saudara-saudaranya Saddam. Setiap episode/chapter konsepnya seperti TV show gitu, punya mini plot, konflik sendiri, karakter dan tema yang beda. Tapi tetap setiap episode terikat ke plot utama, yaitu hubungan Saddam dan Tatyana. Dengan begitu, aku mendapatkan keleluasaan mengembangkan karakter Saddam (kalau Tatyana, aku udah kenal baik, dia dari karakter dari draf novel yang aku tulis tahun lalu).

Sekarang, Potret sudah berjalan tiga bulan (November-Januari) dan ada 12 chapter. Masih ada beberapa cerita lagi, aku targetkan selesai bulan Februari atau awal Maret. Aku juga nggak mau punya cerita yang ngegantung nggak selesai. Dan kalau kalian mau tahu, 12 chapter Potret itu bahkan belum mencapai 20 ribu kata. Aku memang coba konsisten kalau setiap chapter hanya sekitar 1000-1500 kata (6-9 menit baca).

Aku sudah tahu bagaimana cerita ini berakhir. Tapi perjalanan ke sana sendiri aku belum tulis. Aku benar-benar nulis dari minggu ke minggu. Hahaha. Terima kasih semua yang sudah ngikutin Potret. Aku senang menulis ini dan semoga kalian terus menikmati sampai akhir!

BACA POTRET

§ 2 Responses to Potret

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Potret at Hero of The Drama.

meta

%d blogger menyukai ini: