Review: Star Trek Into Darkness (novel)

21 Juni 2013 § 4 Komentar

Di bulan yang sama dengan perilisan filmnya, versi novelisasi dari Star Trek Into Darkness juga diluncurkan. Novelisasi ini ditulis oleh Alan Dean Foster berdasarkan screenplay STID yang dibuat oleh Roberto Orci, Alex Kurtzman, dan Damon Lindelof. Novel setebal 312 halaman ini diterbitkan oleh Pocket Books, salah satu divisi dari Simon & Schuster. Ngomong-ngomong ini novel Star Trek pertama yang gue punya.

Gue nggak akan ngulang lagi cerita STID gimana, karena sebelumnya udah panjang lebar gue ceritain di review film STID. Secara keseluruhan memang ceritanya sama persis (ya jelaslah, novel itu kan dari film juga asalnya). Jadi, gue tuturkan tentang apa yang beda dari novel ini aja. Awas ada spoiler ya.

Ketertarikan gue sama novel ini pertama tentang karena kovernya (gue cinta mati sama John Harrison!), dan tentunya karena ada pertanyaan-pertanyaan dari film yang tertinggal buat gue. « Read the rest of this entry »

Review: Kotonoha no Niwa (The Garden of Words)

19 Juni 2013 § 10 Komentar

A faint clap of thunder
Clouded skies, perhaps rain comes
Will you stay here with me?

Pertama kenal dengan karya Makoto Shinkai tentunya lewat 5 Centimeters per Second. Setelah itu, jadi jatuh cinta banget sama Byosoku 5 Centimeters (5 Centimeters per Second). Kemudian dengar kabar-kabar kalau Makoto Shinkai bikin film lagi, judulnya Kotonoha no Niwa (Garden of Words). Film berdurasi 46 menit ini baru diliris sekitar bulan Mei lalu.

Kotonoha no Niwa masih menonjolkan keindahan visual. Pertama kali nonton nggak peduli deh si karakternya ngomong apa, mata gue udah lurus ke layar. Mengamati setiap detail, daun yang bergoyang, air hujan yang jatuh, langit yang berubah warna, lampu yang kerlap-kerlip di atas gedung, sampai kereta yang berseliweran. Kalau di 5 Centimeters per Second, gue ngerasa banyak sekali warna merah jambu, kali ini sesuai judulnya, Garden of Words ini banyak nuansa hijaunya.

Bercerita tentang Takao Akizuki, remaja 15 tahun, yang sering membolos ketika hujan turun ke sebuah taman. Pada suatu hari, Takao bertemu dengan seorang perempuan yang berpakaian rapi seperti orang kantoran sedang duduk di gazebo sambil minum bir dan makan cokelat. Bukan sekali dua kali Takao ketemu, tetapi setiap kali datang ke sana Takao ketemu si cewek itu.

Takao ini suka sekali mendesain dan membuat sepatu. Dia punya cita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah desain sepatu gitu. Karena biayanya mahal Takao pun membagi waktunya untuk kerja paruh waktu. Perempuan ini setiap kali datang pakai sepatu yang berbeda-beda dan menginspirasi Takao untuk mendesain sepatu. Lama-lama mereka berdua deket. Ketika tahu kalau Takao suka mendesain sepatu, cewek ini ngasih buku tentang desain sepatu gitu ke Takao. Ketika ketemu lagi, Takao bilang sedang bikin sepatu dan ingin bikin untuk cewek itu. « Read the rest of this entry »

Review: Game of Thrones Season 3

19 Juni 2013 § 5 Komentar

Musim tayang ketiga dari Game of Thrones baru saja selesai minggu lalu. Akhir musim ketiga ini ditandai dengan banyak penontonnya yang patah hati (terutama yang belum membaca bukunya). Seharusnya memang nggak terlalu mengejutkan sih, karena sejak kematian Eddard ‘Ned’ Stark (Sean Bean) di episode 9 musim pertama, kita diberi pesan: ‘no characters are safe’.

Seperti Daenerys yang berujar di salah satu episode: “Valar morghulis” – All men must die.

Masih sama dengan musim sebelumnya, musim tayang ketiga ini terdiri atas 10 episode yang ditayangkan sejak Maret hingga Juni 2013. Seri ketiga ini berdasarkan buku ketiga dari saga ‘A Song of Ice and Fire’, yaitu A Sword of Storms. Nggak keseluruhan buku yang dipakai, cuma sekitar 2/3 bagian aja. Sisanya bakal dimasukkin ke musim ke-4 (tahun 2014).

Gue bakal review keseluruhan season ya, bukan episode per episode. Karena nontonnya juga udah berminggu-minggu, maaf ye kalau ada yang ketinggalan atau salah-salah. Kalau nggak mau baca spoiler, langsung loncat ke bawah aja ya. « Read the rest of this entry »

Review: Star Trek Into Darkness (2013)

19 Mei 2013 § 7 Komentar

“Is there anything you would not do for your family?”

– John Harrison, STID (2013)

Gue mulai intens ngikutin berita tentang film ini sejak tahun lalu. Tentu saja, karena film ini adalah yang salah satu nggak akan gue tinggalin dan ditunggu-tunggu banget. Film pertamanya, Star Trek (2009/reboot) berhasil merebut perhatian gue dan bikin terpana. Terlebih Star Trek Into Darkness (STID) ini masih dijagain oleh orang yang sama, J.J. Abrams, yang film-filmnya juga lumayan gue suka.

Sejak dulu gue memang pengin untuk tahu mengenai Star Trek. Jadi ketika dapet kesempatan untuk kenalan via filmnya tahun 2009, gue senang banget. Apalagi cerita klasik Kirk dan Spock bisa diceritain dengan secakep itu di film pertama. Dikemas dengan segar gitu, ya padahal ceritanya gitu-gitu aja. Hehe…

Kemudian dari akhir tahun lalu, ramailah promo tentang Star Trek Into Darkness. Dari trailernya yang keren banget, apalagi narasinya diisi dengan suara Benedict Cumberbatch yang agak menyeramkan. Belum puas dengan trailer dan teaser? Penonton The Hobbit di IMAX dikasih cuma-cuma preview 9 menit dari film tersebut.

Yang bikin gue makin penasaran dengan sebanyak itu trailer, teaser, klip, dan preview, gue masih nggak bisa menjalin jalan ceritanya. Apa hubungan adegan ini dan itu? Gue masih blank dan berusaha menghindari spoiler sampai akhir.

Kemudian, kesukaan gue sama Benedict Cumberbatch makin menjadi-jadikan rasa penasaran gue terhadap film ini. Selain, cast-cast lama yang masih main dan semua eye candy. Jadi makin semangatlah menyongsong rilisnya film ini. « Read the rest of this entry »

[Review] The Hobbit An Unexpected Journey: Chronicles II Creatures & Characters

5 Mei 2013 § Tinggalkan komentar

April lalu satu lagi tie-in book dari The Hobbit: An Unexpected Journey dirilis. Kali ini bagian kedua dari seri Chronicles yang disusun oleh Weta Workshop, yaitu Chronicles II: Creatures & Characters. Gue termasuk yang ikut pre-order, tapi karena via bookdepository jadi nggak dapet tanda tangan dari Daniel Falconer, dkk.

Kemasan buku ini masih serupa dengan Chronicles: Art & Design, dengan format coffee table book. Setebal sekitar 200-an halaman fullcolor dan hardcover. Beratnya nggak jauh bedalah dengan buku Chronicles: Art & Design, sekitar sekiloan lebih dikit. Gue terima paketnya sih beratnya 1.3 kg.

Chronicles II: Creatures & Characters dengan jelas membahas karakter-karakter serta makhluk-makhluk yang terdapat di film The Hobbit: An Unexpected Journey. Membahas tentang hobbit, dwarfs, goblin, orcs, wizards, stone giant, sampai binatang-binatang teman-teman Radagast.¬† « Read the rest of this entry »

Review: Game of Thrones (season 1 dan 2)

5 Mei 2013 § 15 Komentar

“Winter is coming.”

Gue penasaran dengan serial ini sejak tahun lalu. Sebagai penggemar kisah fantasi, cerita adaptasi dari novel yang popularitasnya meroket tajam ini tentu nggak bisa gue lewatkan gitu aja. Awalnya gue mau baca novelnya dulu, tapi teman menyarankan untuk nonton serialnya saja terlebih dahulu. Jadi, review ini untuk serialnya ya, bukan novelnya.

Judul Game of Thrones sendiri diambil dari judul buku pertama dari seri A Song of Ice and Fire (ASOIAF), A Game of Thrones. ASOIAF terdiri dari tujuh buku yang belum selesai ditulis oleh George R.R. Martin. A Game of Thrones terbit pada tahun 1996, pada tahun 2011 lalu terbit A Dance with Dragon yang merupakan bagian kelima dari ASOIAF.

Buku-buku ASOIAF banyak di antaranya yang masuk dalam nominasi Hugo Awards. Bahkan penjualannya mencapai lebih dari 15 juta kopi di seluruh dunia. Kisah Game of Thrones ini termasuk dalam medieval drama fantasi.

Okelah… segitu aja info tentang bukunya. Nanti kalau sudah baca bukunya gue review lebih banyak.

Iron Throne

Seri Game of Thrones ditayangkan oleh HBO, sekarang sudah mencapai season 3. Musim tayang pertama pada tahun 2011 dan dilajutkan musim tayang kedua pada tahun 2012. Setiap musim terdiri dari sepuluh episode berdurasi sekitar 60 menit. Gue cuma ngereview dua season karena dua season itu yang sudah lengkap, sementara yang ketiga (waktu ini ditulis) baru sampai episode 5. « Read the rest of this entry »

Review: Third Star (2011)

27 April 2013 § 2 Komentar

So I raise a morphine toast to you. And, should you remember that it’s the anniversary of my birth, remember that you were loved by me and you made my life a happy one. And there’s no tragedy in that. – James

Dan gue nangis bahkan sebelum filmnya dimulai….

 Atau itu mungkin gue aja yang terlalu sentimentil.

Berkisah tentang James (Benedict Cumberbatch) yang baru saja merayakan ulang tahunnya ke-29. James menderita kanker, kayaknya sih sudah stadium parah ya. James kemudian ngajak ketiga temennya, Davy (Tom Burke), Bill (Hugh Bonneville), dan Miles (J.J. Feild) untuk hiking ke Barafundle Bay, pantai favorit James.

Pergilah mereka berempat di sana. Dari jalan utama, ternyata Barafundle Bay itu masih jauuuh banget. Kira-kira butuh jalan tiga harian rasanya mereka ke sana. Sakit yang diderita James membuat dia butuh semacam kereta dorong gitu. Masih bisa jalan sih, tapi terpincang-pincang dan nggak bisa lama. Untung teman-temannya nggak masalah dengan itu dan malah pakai kereta itu untuk ngangkut barang-barang mereka juga.

Miles, Bill, James, & Davy

« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Resensi category at Hero of The Drama.