Potret

18 Januari 2016 § 2 Komentar

Potret 22 small

Potret adalah cerita bersambung yang kurilis tiap akhir pekan di Storial.co. Awal mulanya hanya iseng. Bahkan bisa dibilang belum ada plotnya, aku hanya tahu bagaimana akhir hubungan Tatyana-Saddam, latar belakang keluarga Saddam, dan kenal baik banget dengan Tatyana. « Read the rest of this entry »

Sosok ‘Ayah’ dalam Time After Time

27 November 2015 § Tinggalkan komentar

Time After Time sudah beredar di toko-toko buku dan online!

Time After Time sudah beredar di toko-toko buku dan online!

Sejujurnya, aku nggak terlalu ingat dari mana karakter ‘Ayah’ ini muncul. Sepertinya sih dari kebutuhan cerita aja, tapi kemudian jadi karakter favoritku dalam novel ini. Plot beliau yang berbohong sampai meninggal kepada anaknya agar anaknya nggak membenci perempuan yang dicintainya–itu bagian paling kusuka dari Time After Time sendiri.

Sebelum-sebelumnya, aku jarang menulis tentang keluarga, terutama hubungan anak dan orangtuanya. Di novel Time After Time, tentu saja karakter ‘Ayah’ atau Dimas sedikit banyak terinspirasi oleh ayahku sendiri. Di salah satu draf awal, Ayah lebih punya banyak adegan daripada versi terbitnya. Ada interaksi-interaksi dengan Lasja sebelum beliau meninggal, kemudian ketika sakit, dan akhirnya meninggal. Bahkan sakitnya beliau juga aku ambil dari sakit yang menimpa ayahku sendiri.  « Read the rest of this entry »

elevator.

15 Oktober 2015 § Tinggalkan komentar

Sebagian perangkat cerita aku pinjam dari anime Code Geass. Bisa dibaca tanpa harus mengerti Code Geass kok dan nggak ada spoiler-nya. Inspirasi ceritanya dari Iif yang nyodorin lagu Elevator-nya Jonghyun buar didengerin. 


Perpisahan itu diawali dengan sebuah ciuman. Milly tahu saat bibir mereka berpisah—tak perlu ada sepatah kata lagi. Kakinya bergerak, dia memutar tubuh, memunggungi lelaki itu. Dia tak mau memandang matanya terlalu lama, atau dia akan tertinggal elevator yang siap membawanya pergi.

Milly melangkah ke dalam lift yang kosong dengan wajah tertunduk. Dia melangkah sampai ke sudut. Kedua matanya terpejam, namun bayangan pertemuan tadi tak mau lesap. Perih itu mengerubungi matanya, mendesak untuk mencurahkan air yang tertahan di sana. Kepalanya tengadah. Dia menelan ludah. Jejak mint dari bibir pria itu masih tersisa di ujung lidah. « Read the rest of this entry »

Kumpulan Cerita ‘Semoga Hujan Turun Tepat Waktu’

13 Oktober 2015 § 1 Komentar

20150929_155104

Semoga Hujan Turun Tepat Waktu yang menjadi judul kumpulan cerita pendek ini merupakan salah satu judul yang ada di dalam bukunya. Aku menulis cerita pendek itu beberapa bulan lalu untuk seorang teman dekat dan sempat menerbitkannya di blog ini. Kisahnya sederhana saja, seorang perempuan yang terjebak di bus dan nyaris terlambat. Di tengah keresahannya ada seorang lelaki yang membawa buket lavendel duduk di sebelahnya dan menanyakan apakah hari itu hujan akan turun.

Cerita tersebut menjadi satu dari 15 cerita yang kupersembahkan dalam buku ini. Dibuka dengan cerita ‘Imajinasi Tanpa Rumina‘ yang belum pernah kurilis di blog ini dan hanya ada di buku utama proyek menulis Kasih Tak Sampai dari Nulisbuku. « Read the rest of this entry »

Akur kembali dengan naskah yang lama ditinggalkan

4 Juli 2015 § 2 Komentar

Seringkali setelah menyelesaikan satu naskah, masih ada jalan yang panjang untuk diterbitkan. Kadang-kadang harus menunggu hingga beberapa bulan atau tahun. Tidak jarang ketika harus kembali lagi ke naskah untuk proses revisi setelah sekian lama, rasanya sulit sekali akrab lagi.

Bukan hanya jeda ketika menanti naskah diproses menjadi buku, jeda di tengah proses penulisan pun bisa berefek menjauhkan. Sehari menjadi seminggu, seminggu menjadi sebulan, sebulan menjadi tiga bulan, akhirnya setahun naskah itu terkatung-katung tanpa disentuh. Sewaktu harus kembali untuk mengerjakan, ada perasaan canggung, seperti halnya dua teman yang lama tak jumpa. Kehilangan perasaan senasib, sepenanggungan yang dulu dijalani bersama. Kehilangan kesenangan, antusias, dan rasa jatuh cinta pada karakter-karakter serta ceritanya.

Aku sendiri pernah mengalami hal itu, lebih tepatnya sering. Pengalamanku saat mengerjakan novel Time After Time, dari menulis draf satu hingga terbit memakan waktu hampir dua tahun. Di antara jedanya aku sempat mengerjakan naskah-naskah lain dan meski sempat kabur-kabur dari Time After Time, aku selalu mengerahkan diri untuk kembali. Tidak mudah memang mengembalikan momen yang sama ketika mengerjakan di awal-awal setelah lama meninggalkan, tapi kewajiban yang harus dipenuhi membuat aku tidak menyerah untuk mencoba akur kembali. #aseeek « Read the rest of this entry »

Merayakan #TimeAfterTime bersama Klub Buku SMA N 2 Metro

27 Juni 2015 § 1 Komentar

Pernahkah dalam hidupmu ketika timbul penyesalan dalam mengambil keputusan dan ingin kembali ke masa lalu untuk memperbaiki segala sesuatu agar berjalan lancar seperti yang diinginkan? Lasja mengalami ini. Lasja akan terlempar ke masa lalu yang nantinya akan mengubah tidak hanya jalan hidupnya tapi juga keluarganya.

Cerita dalam novel ini bernuansa kelam. Tentang seseorang yang kehilangan orangtua. Tentang menguak rahasia masa lalu. Tentang melintasi waktu. Akan banyak kejutan-kejutan yang tak terduga di dalam novel ini yang terdiri tiga ruang waktu.

(Review Time After Time dari Luckty Klub Buku SMA N 2 Metro)

time-after-time-rame

foto dari Luckty.

« Read the rest of this entry »

Interstellar dan kenangan tentang ayah

30 Maret 2015 § 5 Komentar

IKXJO3P

Beberapa waktu belakangan ini, aku baru menyadari kadang sesuatu istimewa bukan sekadar karena luar biasa atau patut dikagumi. Seringkali muatan kenangan pada sesuatu itu yang mengubah hal yang bagi orang lain sederhana, bagimu jadi sesuatu yang spesial.

Jika kamu adalah follower twitter-ku, mungkin kamu udah capek (atau malah jadi kesengsem juga) dengan aku yang nggak berhenti juga ngomongin tentang Interstellar. Mungkin kamu cuma berkomentar: ‘ah, adit/tia cuma lagi kesengsem sama The Nolans!’. Hahaha. Yap, sebagian alasan itu memang benar. Akan tetapi, makin ke sini aku sadar kalau film itu jadi istimewa bagiku karena hal-hal lain. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Catatan category at Hero of The Drama.